comscore

Terus Pulih, Pertumbuhan Ekonomi Hong Kong Diperkirakan Capai 6,5% di 2021

Angga Bratadharma - 01 November 2021 08:01 WIB
Terus Pulih, Pertumbuhan Ekonomi Hong Kong Diperkirakan Capai 6,5% di 2021
Pemandangan salah satu sudut Kota Hong Kong. FOTO: AFP
Hong Kong: Sekretaris Keuangan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) Paul Chan mengungkapkan ekonomi Hong Kong mempertahankan pemulihan yang stabil dan diperkirakan mencatat pertumbuhan ekonomi sekitar 6,5 persen di tahun ini. Kondisi itu di tengah pandemi covid-19 yang masih belum selesai.

"Pemulihan ekonomi Hong Kong diuntungkan dari ekspor yang kuat dan investasi tetap pada paruh pertama tahun ini, serta peningkatan pengeluaran konsumsi swasta," kata Chan, dilansir dari Xinhua, Senin, 1 November 2021.
Dengan program vaksinasi yang diproses secara global, tambahnya, ekonomi utama kembali dan ekonomi daratan Tiongkok pulih dengan kuat. Menurut Chan, total ekspor Hong Kong melonjak 30 persen pada semester pertama tahun ini, dengan tingkat pertumbuhan pada kuartal ketiga mencapai 22,7 persen.

Ekonomi Hong Kong telah tumbuh 7,8 persen secara tahun-ke-tahun di paruh pertama tahun ini dengan ekspor yang kuat dan permintaan domestik yang meningkat. Sementara indikator perdagangan dan konsumsi diyakini akan dorongan pertumbuhan yang baik pada kuartal ketiga.

Dengan terkendalinya epidemi dan penerbitan voucher konsumsi elektronik, nilai penjualan ritel Hong Kong pada semester pertama tahun ini naik 8,4 persen dan total pendapatan bisnis katering juga bangkit kembali sebanyak 0,5 persen.

Selain itu, tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman secara substansial turun dari tertinggi 17 tahun sebesar 7,2 persen pada awal tahun ini menjadi 4,5 persen pada kuartal ketiga, level terendah sejak kuartal pertama tahun lalu. Sementara jumlah karyawan di industri ritel, akomodasi, dan jasa katering mengalami peningkatan.

"Total sebesar 3,5 persen tahun-ke-tahun di kuartal ketiga," tukasnya.

Menyongsong kuartal keempat, Chan mencatat, tingkat pertumbuhan ekspor Hong Kong diperkirakan melambat karena pertumbuhan ekonomi global telah mencapai puncaknya. Sementara situasi ketenagakerjaan dan pendapatan akan membaik ditambah dengan efek dari skema voucher konsumsi.

"Namun, faktor risiko eksternal seperti pandemi, harga komoditas yang tinggi, serta kenaikan inflasi eksternal tidak boleh diabaikan," pungkasnya.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id