Harga Minyak Melonjak Usai Badai Hantam Produksi

    Antara - 17 September 2020 08:01 WIB
    Harga Minyak Melonjak Usai Badai Hantam Produksi
    Ilustrasi. FOTO: Xinhua
    New York: Harga minyak dunia melonjak lebih dari empat persen pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu menyusul penurunan persediaan minyak mentah dan bensin Amerika Serikat dan ketika Badai Sally memaksa sebagian besar produksi lepas pantai Amerika Serikat ditutup.

    Mengutip Antara, Kamis, 17 September 2020, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman November ditutup ke USD42,22 per barel, naik USD1,69 atau atau 4,2 persen. Sementara itu, minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Oktober menguat USD1,88 atau 4,9 persen menjadi USD40,16 per barel.

    Badan Informasi Energi AS mencatat stok minyak mentah AS turun 4,4 juta barel pekan lalu menjadi 496 juta barel, terendah sejak April. Penurunan ini dibandingkan dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1,3 juta barel.

    Stok bensin AS juga turun 400 ribu barel, kata EIA, lebih dari dua kali lipat perkiraan para analis, sementara tingkat pemanfaatan kilang naik empat poin persentase. "Kenaikan kuat hari ini sebagian besar disebabkan oleh panduan bullish minyak mentah dari rilis EIA," kata Jim Ritterbusch dari Ritterbusch and Associates.

    Sally, yang mendarat di Gulf Coast AS sebagai badai Kategori 2, juga meningkatkan harga minyak karena lebih dari seperempat produksi lepas pantai ditutup akibat badai. "Sebagian besar penurunan stok (minyak mentah) didorong oleh kenaikan besar yang tak terduga dalam aktivitas kilang AS yang dipimpin oleh Gulf Coast (Pesisir Teluk AS)," tambahnya.

    Sekitar 500 ribu barel per hari (bph) produksi minyak mentah lepas pantai dihentikan di Teluk Meksiko AS, menurut Departemen Dalam Negeri AS, kira-kira sepertiga dari penutupan yang disebabkan oleh Badai Laura, yang mendarat lebih jauh ke barat pada Agustus.

    Minyak jatuh ke posisi terendah dalam sejarah saat krisis virus korona menekan permintaan. Rekor pemangkasan pasokan oleh OPEC dan sekutunya, pengelompokan yang dikenal sebagai OPEC+, dan pelonggaran lockdown telah membantu Brent pulih dari level terendah 21 tahun di bawah USD16 pada April.

    Harga minyak telah anjlok pada September, tertekan oleh meningkatnya kasus virus korona dan kekhawatiran tentang permintaan. Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Badan Energi Internasional (IEA) sama-sama memangkas proyeksi permintaan mereka minggu ini.

    Panel menteri minyak OPEC+ bertemu untuk meninjau pakta pasokan pada Kamis dan tidak mungkin merekomendasikan pembatasan produksi lebih lanjut meskipun harga turun, sumber-sumber mengatakan.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id