Minyak Dunia Melonjak di Tengah Gangguan Pasokan

    Angga Bratadharma - 07 Oktober 2020 08:01 WIB
    Minyak Dunia Melonjak di Tengah Gangguan Pasokan
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia bergerak lebih tinggi pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan terjadi karena didorong pemogokan di industri minyak dan gas Norwegia dan badai yang membayangi di Teluk Meksiko menyebabkan gangguan produksi.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 7 Oktober 2020, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik USD1,45 menjadi USD40,67 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik USD1,36 menjadi USD42,65 per barel di London ICE Futures Exchange.

    "Pemogokan meluas di industri minyak dan gas Norwegia, enam ladang minyak dan gas di Laut Utara sekarang ditutup, memberikan dukungan untuk harga. Selain Norwegia, mungkin juga ada pemadaman produksi di Teluk Meksiko minggu ini, di mana badai lain telah berkembang, Badai Delta," kata Analis Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch.

    Badai Delta terus meningkat pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB) dan diperkirakan mendarat di Pantai Teluk akhir pekan ini, menurut otoritas cuaca AS. Biro Keselamatan dan Penegakan Lingkungan AS memperkirakan sekitar 29,2 persen dari produksi minyak Teluk dan hampir 8,6 persen dari produksi gas alam ditutup pada Selasa sore sebagai tindakan pencegahan.

    Sementara itu, bursa saham Wall Street ditutup ambruk pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan terjadi setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan negosiasi dengan Demokrat tentang paket bantuan virus korona yang baru.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 375,88 poin atau 1,34 persen menjadi 27.772,76. Sedangkan S&P 500 turun 47,66 poin atau 1,40 persen menjadi 3.360,97. Kemudian indeks Komposit Nasdaq turun 177,88 poin atau 1,57 persen menjadi 11.154,60.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor konsumen turun 2,13 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor utilitas naik 0,86 persen, satu-satunya kelompok yang menguat. Kondisi itu terjadi usai Trump menginstruksikan perwakilannya untuk menghentikan perundingan RUU Stimulus Fiskal sampai setelah Pemilihan Presiden.

    Langkah itu membuat bingung investor yang sebelumnya berharap anggota parlemen Washington bisa segera mencapai kesepakatan, kata para ahli. Berita itu muncul ketika kepala Fed AS memperingatkan dinamika resesi di tengah dampak covid-19.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id