Emas Dunia Curi Panggung Kemenangan dari Dolar AS

    Antara - 09 April 2021 07:30 WIB
    Emas Dunia Curi Panggung Kemenangan dari Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Chicago: Emas menguat tajam pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), menembus level psikologis USD1.750 menjadi bertengger di posisi tertinggi dalam lebih dari sebulan. Kemunduran greenback dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS serta pengulangan sikap kebijakan dovish Federal Reserve mengangkat daya tarik emas.

    Mengutip Antara, Jumat, 9 April 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak USD16,6 atau 0,95 persen menjadi ditutup pada USD1.758,20 per ons. Sehari sebelumnya, Rabu, 7 April, emas berjangka turun USD1,40 atau 0,08 persen menjadi USD1.741,60 per ons.






    Emas berjangka melonjak sebanyak USDD14,2 atau 0,82 persen menjadi USD1.743,00 pada Selasa, 6 April, setelah naik tipis USD0,4 atau 0,02 persen menjadi USD1.728,80 pada Senin, 5 April, dan terangkat USD12,8 atau 0,75 persen menjadi USD1.728,40 pada Kamis, 1 April.

    "Dolar dan imbal hasil AS turun dan itulah katalis utama saat ini. Jumlah pekerjaan yang cukup tidak mengesankan juga membantu mendorong emas lebih tinggi," kata Ahli strategi pasar senior di RJO Futures, Bob Haberkorn.

    "Dan fakta bahwa kami berada di atas USD1.750, yang merupakan level teknis penting, menunjukkan bahwa emas memiliki beberapa pijakan untuk melanjutkan kenaikannya," tambahnya.

    Dolar merosot ke level terendah lebih dari dua minggu, sementara imbal hasil obligasi Pemerintah AS turun, membuat emas lebih menarik dibandingkan dengan investasi alternatif lainnya seperti obligasi. Klaim baru AS untuk tunjangan pengangguran naik secara tak terduga pada minggu lalu, memberikan dukungan terhadap emas.

    Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan 744 ribu orang mengajukan klaim pengangguran baru dalam pekan yang berakhir 3 April, naik dari revisi 728 ribu pada minggu sebelumnya dan jauh di atas tertinggi 665 ribu klaim baru yang diajukan pada titik terburuk Resesi Hebat pada Maret 2009.

    "Ini semakin menyoroti komitmen Federal Reserve untuk mendukung ekonomi sampai pemulihannya lebih aman," ungkap risalah rapat kebijakan terbaru bank sentral AS.

    "Emas agak lemah karena orang-orang sangat optimis tentang pemulihan ekonomi dan vaksinasi menyelesaikan pandemi dan The Fed memperkuat pandangan bahwa pandemi belum berakhir. Ada perlombaan nyata antara varian (virus) dan vaksinasi, dan saat ini varian tampaknya lebih unggul secara global," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

    Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan di webinar tentang prospek ekonomi global yang diselenggarakan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) bahwa bank sentral ingin melihat bukti aktual dari ekonomi yang kuat bahkan sebelum mempertimbangkan untuk menarik kembali sikap kebijakannya yang longgar.

    "Kami ingin melihat serangkaian laporan pekerjaan seperti laporan Maret yang kuat," kata Powell. Dia mendesak semua orang Amerika untuk divaksinasi, dengan mengatakan peningkatan kasus covid baru-baru ini di negara itu merupakan risiko bagi prospek ekonomi.

    Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik sebanyak 33,8 sen atau 1,34 persen menjadi USD25,585 per ons. Platinum untuk pengiriman Juli naik sebanyak USD3,5 atau 0,28 persen menjadi USD1.235,4 per ons.

     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id