Harga Minyak Dunia Surut

    Antara - 29 Juli 2020 08:14 WIB
    Harga Minyak Dunia Surut
    Foto: AFP.
    New York: Harga minyak global turun pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Hal itu setelah menguat sehari sebelumnya ketika anggota parlemen AS bersiap untuk berdebat tentang paket stimulus ekonomi dan investor khawatir tentang kenaikan kasus virus korona di seluruh dunia.

    Mengutip Antara, Rabu, 29 Juli 2020, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman September turun 19 sen atau 0,4 persen menjadi USD43,22 per barel. Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 56 sen atau 1,4 persen menjadi USD41,04 per barel.

    Minyak Brent masih berada di zona hijau, sementara minyak mentah AS diperkirakan akan naik untuk bulan ketiga.

    Partai Republik AS meluncurkan proposal bantuan baru virus korona yang disepakati dengan Gedung Putih, empat hari sebelum jutaan orang Amerika kehilangan tunjangan pengangguran yang diperpanjang. Namun, paket itu menghadapi penentangan baik dari Demokrat maupun dari beberapa Republik.

    "Ada kekhawatiran dengan stimulus dari Washington, yang sangat penting untuk minyak dan untuk mendukung permintaan, terutama untuk bensin," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC di New York.

    Kilduff menambahkan bahwa semakin lama pembicaraan berlangsung, akan semakin membebani sentimen pasar, juga negatif untuk harga.

    Adapun kepercayaan konsumen AS melemah pada Juli di tengah maraknya infeksi covid-19 di seluruh negara. Kasus di seluruh dunia telah meningkat menjadi sekitar 16,57 juta orang.

    Investor sedang menunggu hasil pertemuan panel pengaturan kebijakan Federal Reserve AS Panel ini diperkirakan menegaskan kembali bahwa suku bunga akan tetap mendekati nol untuk tahun-tahun mendatang.

    Bulan ini, minyak mentah Brent telah jatuh lebih dalam ke dalam contango, struktur pasar di mana harga komoditas berjangka lebih tinggi daripada harga spot, mendorong penumpukan persediaan. Harga untuk penyerahan Oktober sebanyak 53 sen per barel di atas level September, dibandingkan dengan perbedaan satu sen di awal Juli.

    "Ini menunjukkan bahwa pengetatan yang kami lihat di pasar telah sedikit berkurang, dengan prospek permintaan lebih tidak pasti mengingat kebangkitan kasus covid-19 di beberapa wilayah," kata Warren Patterson, kepala strategi komoditas ING.

    Persediaan minyak mentah AS turun 6,8 juta barel dalam minggu yang berakhir 24 Juli menjadi 531 juta barel. Data dari kelompok industri American Petroleum Institute ini dibandingkan dengan ekspektasi analis yang meningkat 357 ribu barel. Data Pemerintah AS akan dirilis pada Rabu waktu setempat.

    Di tempat lain, kilang India mengurangi pemrosesan minyak mentah dan menutup unit untuk pemeliharaan karena permintaan bahan bakar lokal turun serta margin penyulingan global lemah, kata pejabat di perusahaan itu.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id