Indeks Acuan Inggris Tumbang

    Antara - 08 Juli 2020 08:21 WIB
    Indeks Acuan Inggris Tumbang
    Foto: AFP.
    London: Saham-saham Inggris ditutup lebih rendah pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan terjadi setelah melonjak sehari sebelumnya dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terpangkas 1,53 persen atau 96,04 poin menjadi 6.189,90.

    Mengutip Antara, Rabu, 8 Juli 2020, indeks FTSE 100 melonjak 2,09 persen atau 128,64 poin menjadi 6.285,94 poin pada Senin, 6 Juli, setelah merosot 1,33 persen atau 83,06 poin menjadi 6.157,30 pada Jumat, 3 Juli. Kemudian terangkat 1,34 persen atau 82,40 poin menjadi 6.240,36 pada Kamis, 2 Juli.

    Whitbread, perusahaan perhotelan dan restoran multinasional Inggris, menjadi pemain terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya anjlok 5,53 persen.

    Disusul oleh saham perusahaan pengemasan kertas bergelombang Smurfit Kappa Group yang merosot 4,18 persen. Serta perusahaan penyelenggara acara dan penerbitan multinasional Informa jatuh 4,09 persen.

    Selanjutnya saham GVC Holdings, kelompok perusahaan taruhan olahraga dan permainan multinasional Inggris, melonjak 3,60 persen. GVC menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

    Diikuti oleh saham perusahaan baja, pertambangan dan vanadium terintegrasi secara vertikal Evraz yang meningkat 1,89 persen dan perusahaan pembotolan Coca-Cola HBC menguat 1,67 persen.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat jatuh pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Pelemahan terjadi karena sentimen pasar terhantam oleh kebangkitan infeksi virus korona di AS, di tengah pembukaan kembali aktivitas perekonomian yang sempat terhenti.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 396,85 poin atau 1,51 persen menjadi 25.890,18. Sedangkan S&P 500 turun 34,40 poin atau 1,08 persen menjadi 3.145,32. Indeks Komposit Nasdaq turun 89,76 poin atau 0,86 persen ke 10.343,89.

    Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor energi turun 2,01 persen dan menjadi penghambat terbesar. Pergerakan saham dipengaruhi pembukaan kembali ekonomi, seperti maskapai dan jalur pelayaran, menurun di tengah meningkatnya jumlah kasus virus korona di negara ini.

    Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di bursa saham AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah. Enam dari 10 saham teratas berdasarkan indeks S&P AS 50 mengakhiri hari dengan catatan suram.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id