Penguncian Baru Tingkatkan Kekhawatiran Permintaan Baja di Tiongkok

    Angga Bratadharma - 22 Januari 2021 11:05 WIB
    Penguncian Baru Tingkatkan Kekhawatiran Permintaan Baja di Tiongkok
    Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
    Beijing: Gelombang baru kasus covid-19 di Provinsi Hebei, Tiongkok, memicu pembatasan transportasi di wilayah penghasil baja utama itu. Penguncian di Hebei mencakup area di sekitar pabrik baja, sehingga membatasi kemampuan untuk mengangkut logam ke pelanggan.

    Tiongkok adalah produsen baja top dunia dan analis mengatakan Hebei menyumbang lebih dari 20 persen terhadap total produksi negara. Kasus virus korona di Hebei telah meningkat sejak awal tahun, mendorong provinsi tersebut untuk mengunci ibukotanya, Shijiazhuang. Setidaknya dua daerah lain dalam upaya menahan penyebaran virus korona.

    "Pembatasan tersebut kemungkinan tidak akan memengaruhi produksi baja untuk saat ini. Tetapi hal itu dapat mengganggu permintaan dengan memacu sektor manufaktur untuk berhenti bekerja lebih awal dari yang direncanakan menjelang liburan utama Tahun Baru Imlek," kata S&P Global Platts, dilansir dari CNBC International, Jumat, 22 Januari 2021.

    Menurut analis, permintaan dan harga bahan mentah yang digunakan untuk membuat baja seperti bijih besi juga bisa melonjak. Penyedia data logam Tiongkok yang berbasis di Shanghai, Mysteel mengatakan pengiriman baja dengan truk telah ditangguhkan di Hebei, dan menjadikan penggunaan rel sebagai satu-satunya cara untuk mengangkut baja.

    Laporan itu mengatakan jalan yang diblokir telah menyebabkan penumpukan baja di pabrik utama di wilayah tersebut.

    "Penguncian parsial telah membatasi transportasi barang, mengakibatkan penumpukan yang lebih tajam dalam persediaan yang dipegang oleh pabrik baja lokal pada paruh pertama Januari," kata Atilla Widnell, salah satu pendiri Navigate Commodities yang berbasis di Singapura.

    "Kami telah mendengar bukti bahwa beberapa pedagang enggan mengikat arus kas jika penguncian diperpanjang atau diintensifkan," tambahnya.

    S&P Global Platts mengatakan persediaan meningkat di pabrik Besi & Baja Jingye di Ibu Kota Hebei, Shijiazhuang. Perusahaan mengutip sumber di pabrik tersebut, yang menghasilkan 13 juta metrik ton baja mentah setahun.

    Pabrik dan lokasi konstruksi di Tiongkok akan berhenti bekerja lebih awal dari biasanya menjelang liburan Tahun Baru Imlek antara 11 dan 17 Februari. Hal itu kemungkinan menekan permintaan baja, yang banyak digunakan di sektor tersebut.

    S&P Global Platts mengungkapkan pemerintah menyarankan pekerja manufaktur dan konstruksi untuk kembali ke rumah sebelum periode puncak perjalanan liburan. "Menurut sumber pasar, Beijing telah melakukan ini dalam (sebuah) upaya untuk mengurangi kemungkinan lonjakan kasus covid-19 selama dan setelah liburan Tahun Baru Imlek," tulis S&P Global Platts.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id