Dolar AS Bangkit dari Level Terendah

    Antara - 30 April 2021 07:44 WIB
    Dolar AS Bangkit dari Level Terendah
    Foto: dok MI/Ramdani.



    New York: Mata uang dolar Amerika Serikat (AS) bangkit dari level terendah dalam sembilan minggu pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Dolar AS terangkat oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS setelah pemerintah melaporkan pertumbuhan ekonomi yang kuat untuk kuartal pertama dan peningkatan klaim pengangguran baru di minggu terakhir.

    Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun AS naik dua basis poin pada Kamis, 29 April 2021 menjadi 1,639 persen, didorong oleh laporan ekonomi yang positif.






    Data menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat pada tingkat tahunan 6,4 persen di kuartal pertama, dan menjadi pertumbuhan tercepat kedua sejak kuartal ketiga 2003. Pertumbuhan kuartal pertama didukung oleh belanja konsumen, yang melonjak 10,7 persen dibandingkan dengan laju 2,3 persen di kuartal keempat.

    Sebuah laporan terpisah menunjukkan klaim awal AS untuk tunjangan pengangguran turun 13 ribu menjadi 553 ribu yang disesuaikan secara musiman selama pekan yang berakhir 24 April.

    "Tentu saja, bagian besar dari pergerakan dolar adalah kenaikan imbal hasil hari ini. Ada korelasi yang cukup erat antara valas dan suku bunga," kata Ahli Strategi Makro di Wells Fargo Securities di New York, Erik Nelson, dilansir dari Antara, Jumat, 30 April 2021.

    "Semua orang puas dengan pergerakan suku bunga yang lebih rendah dan dolar hancur pada April. Sekarang imbal hasil naik dan sedikit stabil, kita akan melihat beberapa penguatan dolar," tambahnya.

    Pertumbuhan ekonomi yang kuat biasanya meningkatkan nilai dolar. Faktornya yakni pertumbuhan yang lebih tinggi mendorong lebih banyak pengeluaran, yang pada gilirannya meningkatkan harga-harga. Ketika harga-harga naik, Federal Reserve secara historis melakukan intervensi dengan menaikkan suku bunga untuk mencegah inflasi.

    Dalam perdagangan sore, indeks dolar, ukuran nilai greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,1 persen menjadi 90,596. Sebelumnya, indeks mencapai level terendah sejak 26 Februari. Penurunan sebelumnya dalam dolar juga mendorong euro ke level tertinggi sembilan minggu, meskipun mata uang tunggal tersebut telah stabil menjadi sekitar 1,2116 dolar, turun 0,1 persen.

    Dolar pada Rabu sempat turun setelah Ketua Fed Jerome Powell meredam spekulasi tentang pengurangan awal program pembelian obligasi bank sentral AS, mengatakan lapangan kerja masih jauh dari target.

    Dovish The Fed sangat kontras dengan bank sentral Kanada (BoC), yang telah mulai mengurangi pembelian asetnya, mengirim dolar AS meluncur ke palung tiga tahun terhadap dolar Kanada. Greenback terakhir turun 0,2 persen terhadap mata uang Kanada pada 1,2281 dolar Kanada.

    Dolar AS juga berjuang semalam setelah dorongan Presiden Joe Biden untuk mendapatkan USD1,8 triliun lagi dalam pengeluaran yang berisiko memperluas anggaran AS dan defisit perdagangan, sebuah tekanan untuk greenback.

    Namun yen berjuang melawan dolar, masih terguncang setelah bank sentral Jepang awal pekan ini mengatakan inflasi akan gagal mencapai target utama 2,0 persen hingga awal 2023. Dolar terakhir naik 0,3 persen versus yen di 108,88 yen.

    Di pasar mata uang kripto, ethereum, mata uang digital terbesar kedua dalam hal kapitalisasi pasar, mencapai rekor tertinggi lain pada Kamis di USD2.800,89. Mata uang digital ini terakhir turun 0,7 persen menjadi USD2.732,09.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id