Pemulihan Ekonomi AS Melambat, Fed Terapkan Kebijakan Moneter Akomodatif

    Angga Bratadharma - 06 Januari 2021 08:15 WIB
    Pemulihan Ekonomi AS Melambat, Fed Terapkan Kebijakan Moneter Akomodatif
    Gedung The Fed. FOTO: Xinhua/Liu Jie
    Washington: Federal Reserve mengungkapkan kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) akan akomodatif untuk waktu yang cukup lama karena pemulihan ekonomi terbilang lambat di tengah tekanan keras pandemi covid-19. Kebijakan yang akomodatif itu diharapkan menjaga agar perekonomian tidak jatuh lebih dalam.

    "Intinya adalah butuh waktu lama bagi inflasi rata-rata mencapai dua persen. Guna memenuhi tujuan kami dan mengelola risiko, sikap kebijakan the Fed harus akomodatif untuk beberapa saat," kata Presiden Federal Reserve Bank Chicago Charles Charles Evans, dilansir dari Xinhua, Rabu, 6 Januari 2021.

    "Agen ekonomi harus bersiap untuk periode suku bunga yang sangat rendah dan perluasan neraca kami saat kami bekerja untuk mencapai kedua tujuan mandat ganda kami," tambahnya.

    Ia mengatakan the Fed kemungkinan melanjutkan program pembelian aset saat ini. Bahkan, Evans menambahkan, the Fed harus berupaya untuk meningkatkan inflasi menjadi 2,5 persen jika bank sentral AS ingin mendapatkan rata-rata inflasi hingga dua persen.

    "Jika kita mencoba untuk menyesuaikan overshoot inflasi yang sangat sederhana hanya sepersepuluh atau dua, kita menghadapi risiko yang sangat besar untuk gagal mencapai tujuan rata-rata inflasi dua persen kita dalam waktu yang wajar," ucap Evans.

    Tim Duy, Profesor dari University of Oregon dan Pengamat Fed, percaya Federal Reserve kemungkinan mempertahankan kebijakan moneternya saat ini sampai musim semi sebelum memutuskan langkah selanjutnya. Kondisi itu lantaran the Fed ingin melihat bagaimana perkembangan pandemi di masa mendatang.

    "Kecuali gangguan keuangan, Fed dalam pola bertahan, kemungkinan sampai musim semi, karena mereka mengamati bagaimana pandemi bermain selama beberapa bulan mendatang. Jika ekonomi terlihat mengumpulkan tenaga seperti yang saya perkirakan, obrolan Fed tentang pelonggaran kembali pembelian aset akan meningkat," tulis Duy.

    "Tentu saja, jika pandemi terus menguat, Fed tidak akan terburu-buru untuk mengurangi akomodasi dengan cara apapun," tambah Duy.

    The Fed pada bulan lalu memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level rekor terendah mendekati nol persen, dan memperkirakan suku bunga tetap di level rendah setidaknya hingga 2023. Bank sentral AS juga berjanji untuk melanjutkan program pembelian asetnya sampai melihat ada kemajuan substansial dalam data pekerjaan dan inflasi.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id