Dunia Harus Melipatgandakan Investasi Energi Bersih untuk Hadapi Perubahan Iklim

    Angga Bratadharma - 14 Oktober 2021 09:45 WIB
    Dunia Harus Melipatgandakan Investasi Energi Bersih untuk Hadapi Perubahan Iklim
    Ilustrasi. FOTO: RBS



    London: Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan investasi dalam energi terbarukan perlu dikucurkan tiga kali lipat pada akhir dekade ini untuk dunia mampu memerangi perubahan iklim secara efektif. Hal itu sekaligus menjaga pasar energi yang bergejolak tetap terkendali.

    "Dunia tidak cukup berinvestasi untuk memenuhi kebutuhan energi masa depan dengan pengeluaran terkait transisi secara bertahap meningkat. Tetapi masih jauh dari apa yang dibutuhkan untuk memenuhi permintaan layanan energi yang meningkat secara berkelanjutan," kata IEA, dilansir dari The Business Times, Kamis, 14 Oktober 2021.

     



    "Sinyal dan arahan yang jelas dari pembuat kebijakan sangat penting. Jika jalan di depan hanya diaspal dengan niat baik, maka itu akan menjadi perjalanan yang bergelombang," tambahnya.

    Badan pengawas yang berbasis di Paris merilis World Energy Outlook tahunan awal tahun ini untuk memandu konferensi perubahan iklim COP26 PBB, yang sekarang kurang dari sebulan lagi. Pertemuan itu disebut Glasgow, Skotlandia sebagai 'ujian pertama kesiapan negara-negara untuk mengajukan komitmen baru dan lebih ambisius di bawah Perjanjian Paris 2015'.

    "Dan kesempatan untuk memberikan 'sinyal yang tidak salah lagi' yang mempercepat transisi ke energi bersih di seluruh dunia," tegasnya.

    Dalam beberapa pekan terakhir, harga listrik melonjak ke tingkat rekor karena harga minyak dan gas alam mencapai tertinggi multi-tahun dan kekurangan energi yang meluas melanda Asia, Eropa, dan Amerika Serikat. Permintaan bahan bakar fosil juga pulih karena pemerintah melonggarkan pembatasan untuk menahan penyebaran covid-19.

    IEA memperingatkan energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan tenaga air bersama dengan bioenergi perlu membentuk bagian yang jauh lebih besar dalam rebound investasi energi setelah pandemi.

    Energi terbarukan akan menyumbang lebih dari dua pertiga investasi dalam kapasitas listrik baru tahun ini, IEA mencatat, namun keuntungan yang cukup besar dalam penggunaan batu bara dan minyak telah menyebabkan peningkatan tahunan terbesar kedua dalam emisi CO2 penyebab perubahan iklim.

    IEA mengatakan transisi energi yang lebih cepat akan melindungi konsumen dengan lebih baik di masa depan, karena guncangan harga komoditas bakal menaikkan biaya rumah tangga 30 persen lebih sedikit dalam skenario Net Zero Emissions by 2050 (NZE) yang paling ambisius dibandingkan dengan skenario Stated Policies yang lebih konservatif.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id