Powell Tegaskan Fed Takkan Naikkan Suku Bunga Terlalu Cepat

    Angga Bratadharma - 23 Juni 2021 09:07 WIB
    Powell Tegaskan Fed Takkan Naikkan Suku Bunga Terlalu Cepat
    Ketua The Fed Jerome Powell. FOTO: SAUL LOEB/AFP



    Washington: Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral Amerika Serikat (AS) tidak akan menaikkan suku bunga acuan terlalu cepat hanya berdasarkan ketakutan inflasi. Powell kembali mengulangi pernyataannya bahwa lonjakan inflasi baru-baru ini bersifat sementara.

    "Kami tidak akan menaikkan suku bunga lebih cepat karena kami pikir lapangan kerja terlalu tinggi dan karena kami takut kemungkinan timbulnya inflasi. Sebaliknya, kami akan menunggu bukti aktual dari inflasi atau ketidakseimbangan lainnya," kata Powell, dilansir dari Xinhua, Rabu, 23 Juni 2021.

     



    Powell mengatakan sebagian besar kenaikan inflasi baru-baru ini berasal dari kategori yang secara langsung dipengaruhi oleh pembukaan kembali ekonomi, seperti mobil bekas dan truk pada khususnya. "Ada semacam badai sempurna dari permintaan yang sangat kuat dan pasokan yang lemah karena pembukaan kembali ekonomi dan berbagai faktor," katanya.

    Ia menambahkan kenaikan harga baru-baru ini tidak berbicara tentang ekonomi yang ketat secara luas. "Saya akan mengatakan efek ini lebih besar dari yang kami harapkan dan mereka mungkin berubah menjadi lebih persisten dari yang kami harapkan," tuturnya.

    "Tetapi data yang masuk sangat konsisten dengan pandangan bahwa ini adalah faktor yang akan berkurang dari waktu ke waktu dan bahwa inflasi kemudian akan bergerak ke bawah menuju tujuan kita," tambahnya.

    Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi inti, ukuran inflasi pilihan Fed, diperkirakan naik menjadi tiga persen pada akhir 2021, dan kemudian melambat menjadi 2,1 persen selama dua tahun ke depan, menurut proyeksi ekonomi terbaru Fed yang dirilis minggu lalu.

    "Tentu saja kami siap menggunakan alat kami sebagaimana mestinya jika ternyata tidak demikian, untuk mengarahkan inflasi ke dua persen," kata Powell.

    Ia menegaskan kembali bank sentral AS bermaksud untuk mendorong pemulihan pasar kerja yang luas dan inklusif. "Kami tidak hanya akan melihat angka utama pengangguran, kami akan melihat semua jenis ukuran pengangguran, termasuk pengangguran dan lapangan kerja untuk berbagai kelompok, kelompok etnis, kelompok gender, dan hal-hal seperti itu," ucapnya.

    "Ada kesadaran yang berkembang, benar-benar di seluruh spektrum politik, bahwa kita perlu mencapai kemakmuran yang lebih inklusif. Pendapatan riil di ujung bawah spektrum telah mengalami stagnasi dibandingkan dengan yang ada di atas," tambahnya.

    Adapun The Fed pekan lalu mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah mendekati nol. Sekitar 13 dari 18 pejabat Fed melihat kenaikan suku bunga pertama terjadi pada akhir 2023, dibandingkan dengan tujuh pada Maret, menurut proyeksi ekonomi terbaru Fed.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id