Evergrande Berusaha Meyakinkan Investor Ritel

    Arif Wicaksono - 23 September 2021 19:07 WIB
    Evergrande Berusaha Meyakinkan Investor Ritel
    Ilustrasi. Foto : AFP.



    Hong Kong: China Evergrande Group akan membantu investor ritel menebus produk investasi mereka yang dijual oleh raksasa properti itu. Hal ini dilakukan ditengah ketidakpastian membayangi pembayaran bunga obligasi dolar yang jatuh tempo.

    Pernyataan Ketua China Evergrande Group Hui Ka Yan muncul setelah mereka telah menyelesaikan pembayaran kupon pada obligasi dalam negeri. Tanpa menyebutkan utang luar negeri, dia menekan para eksekutifnya untuk memastikan kualitas pengiriman properti dan penebusan produk manajemen kekayaan yang dimiliki oleh jutaan investor terutama ritel. Investor ritel semakin marah karena telah menaruh tabungan mereka di properti dan produk manajemen kekayaan yang hampir gagal.

     



    "Dengan asumsi situasi ini berjalan seperti restrukturisasi utang. Kami pikir sifat investor ritel dari produk manajemen kekayaan akan diprioritaskan untuk stabilitas sosial," kata Ezien Hoo, analis kredit di OCBC Bank dikutip dari Channel News Asia, Kamis, 23 September 2021.

    Dia mengatakan investor asing, yang memegang surat berharga yang diterbitkan oleh entitas luar negeri, mungkin merasa lebih sulit untuk mendapatkan bayaran karena mereka memiliki daya tawar yang lebih rendah dibandingkan pemberi pinjaman lain yang berjamin aset properti.

    Oscar Choi, pendiri dan CIO perusahaan investasi Oscar and Partners Capital, mengatakan Evergrande menjadi waspada terhadap meningkatnya ketegangan sosial dengan membiarkan rumah tidak dibangun, pekerja konstruksi tidak dibayar, dan investor ritel menghitung kerugian mereka.

    Setelah prioritas tersebut terpenuhi, Evergrande akan berbicara dengan kreditur lainnya. "Jika tidak, beberapa ratus ribu orang akan bertarung dengan pemerintah." jelas dia.

    Seorang juru bicara perusahaan tidak menanggapi permintaan komentar tentang kewajiban pembayaran perusahaan yang jatuh tempo pada hari Kamis.


    Investor global telah gelisah dalam beberapa pekan terakhir karena kewajiban pembayaran utang Evergrande, dengan total utang USD305 miliar. Hal ini memicu kekhawatiran malaise yang dapat menimbulkan risiko sistemik terhadap sistem keuangan Tiongkok.

    Perusahaan menghadapi cicilan USD83,5 juta dalam pembayaran bunga obligasi dolar yang jatuh tempo pada hari Kamis, 23 September 2021,  pada obligasi luar negeri senilai USD2 miliar. Dan lebih banyak pembayaran akan jatuh tempo minggu depan, dengan pembayaran bunga obligasi senilai USD47,5 juta.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id