Para Pejabat Keuangan G20 Janji Dorong Ekonomi Global

    Antara - 19 Juli 2020 10:34 WIB
    Para Pejabat Keuangan G20 Janji Dorong Ekonomi Global
    G20. Foto : AFP.
    Riyadh: Para pejabat keuangan dari Kelompok 20 (G20) ekonomi utama berjanji untuk terus menggunakan semua alat kebijakan yang tersedia guna memerangi pandemi virus korona. Serta meningkatkan ekonomi global dan memperingatkan bahwa prospek ekonomi sangat tidak pasti.

    Para menteri keuangan dan gubernur bank sentral G20, dalam sebuah komunike yang dikeluarkan setelah pertemuan virtual pada Sabtu, 18 Juli 2020, mengatakan ekonomi global akan pulih ketika ekonomi secara bertahap dibuka kembali. Tetapi mereka mengatakan adanya tindakan lebih lanjut untuk memastikan pertumbuhan ekonomi.

    "Kami bertekad untuk terus menggunakan semua alat kebijakan yang tersedia untuk melindungi kehidupan, pekerjaan, dan pendapatan masyarakat, mendukung pemulihan ekonomi global, dan meningkatkan ketahanan sistem keuangan, sambil menjaga terhadap risiko penurunan," kata mereka dalam pernyataan setelah pertemuan berakhir, dikutip dari Antara, Minggu, 19 Juli 2020.

    Covid-19, penyakit yang disebabkan oleh virus, telah menginfeksi lebih dari 14,14 juta orang dan membunuh 596.576, menurut penghitungan Reuters. Amerika Serikat, negara dengab ekonomi terbesar dunia, menempati urutan teratas dalam daftar kematian.

    Penutupan luas yang bertujuan menghentikan penyebaran penyakit telah menyebabkan gangguan besar pada ekonomi global, dan menghantam negara-negara termiskin di dunia yang paling sulit.

    Para pejabat keuangan G20 mengatakan 42 dari 73 negara termiskin di dunia telah meminta pembekuan pembayaran utang bilateral resmi hingga akhir tahun ini, dengan jumlah sekitar USD5,3 miliar pembayaran yang ditangguhkan.

    Mencerminkan kekhawatiran yang diajukan oleh Bank Dunia bahwa Tiongkok, anggota G20 dan kreditur terbesar bagi negara-negara berkembang, tidak berpartisipasi sepenuhnya, para pejabat mendesak semua kreditor bilateral resmi untuk mengimplementasikan Inisiatif Penangguhan Pembayaran Utang (DSSI) sepenuhnya dan transparan.

    Mereka juga sangat mendorong kreditur swasta untuk berpartisipasi dengan persyaratan yang sebanding. Serta  mempertimbangkan untuk memperpanjang penghentian utang pada paruh kedua 2020.

    Kreditur swasta belum menerima permintaan resmi dari negara-negara untuk penangguhan pembayaran utang di bawah inisiatif G20, Institute for International Finance (IIF) mengatakan pada Rabu, 15 Juli, menjelang pertemuan Sabtu, 18 Juli 2020.

    "Kami mendorong investor sektor swasta untuk berpartisipasi dalam ini, tetapi kami harus sangat berhati-hati untuk tidak mengganggu perjanjian swasta," kata Menteri Keuangan Saudi Mohammed al-Jadaan dalam konferensi pers di akhir pertemuan.

    Para pejabat juga menegaskan kembali komitmen mereka untuk menyelesaikan perbedaan tentang cara mengenakan pajak layanan digital dan mencapai solusi berbasis konsensus yang luas tahun ini. Mereka mengharapkan untuk melihat proposal reformasi pajak internasional pada Oktober, ketika bertemu lagi.

    "Perpajakan yang adil terhadap perusahaan-perusahaan internasional dan kelompok-kelompok digital besar lebih mendesak daripada sebelumnya," kata Menteri Keuangan Jerman Olaf Scholz setelah pertemuan.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id