Harga Minyak Dunia Jatuh

    Antara - 14 Mei 2020 08:31 WIB
    Harga Minyak Dunia Jatuh
    Ilustrasi. FOTO: AFP/Julien MIVIELLE
    New York: Harga minyak dunia jatuh sekitar dua persen pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi meskipun terjadi penurunan pertama sejak Januari dalam persediaan minyak mentah AS, setelah sehari sebelumnya mencatat kenaikan.

    Mengutip Antara, Kamis, 14 Mei 2020, harga minyak tertekan setelah pidato Ketua Federal Reserve (Fed) AS Jerome Powell yang memperingatkan bahwa ekonomi akan membutuhkan waktu beberapa bulan untuk pulih dari pandemi virus korona memicu kekhawatiran permintaan minyak.

    Minyak telah reli di tengah optimisme bahwa permintaan bahan bakar yang merosot akan pulih, sementara produsen telah memangkas produksi untuk memotong kelebihan pasokan yang meningkat selama pandemi.

    Tetapi minyak mentah turun bersama dengan aset berisiko lainnya seperti saham pada Rabu, 13 Mei, karena pemerintah memberi sinyal bahwa rebound mungkin hanya akan berlangsung beberapa saat.

    Patokan global, harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli, turun 79 sen atau 2,6 persen menjadi USD29,19 per barel. Sementara itu, patokan AS, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Juni, turun 49 sen atau 1,9 persen menjadi USD25,29 per barel.

    Ketua Fed Jerome Powell memberikan penilaian serius ekonomi AS dan memperbarui skeptisisme suku bunga negatifnya. "Hanya ada awan gelap karena itu," kata Direktur Berjangka Energi Mizuho, Bob Yawger di New York.

    "Itu adalah pidato yang negatif sehingga bahkan menghilangkan apa yang dengan mudah merupakan laporan (persediaan minyak AS) yang paling bullish sejak Januari," katanya.

    Stok minyak mentah AS turun 745 ribu barel pekan lalu, Badan Informasi Energi AS (EIA) mengatakan, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 4,1 juta barel.

    Stok di pusat penyimpanan Cushing, Oklahoma, turun tiga juta barel, kata EIA, mengisi titik pengiriman untuk WTI ke lebih dari 80 persen kapasitas karena produsen menemukan diri mereka dengan lebih sedikit tempat untuk menyimpan minyak.

    "Ketakutan mulai merebak bahwa pelonggaran tindakan penguncian akan memicu gelombang kedua infeksi virus korona," kata Stephen Brennoc di perusahaan pialang minyak PVM.

    Pada Selasa, 12 Mei, pakar penyakit menular AS Anthony Fauci mengatakan kepada Kongres bahwa pelonggaran kuncian dapat memicu wabah baru penyakit covid-19 yang telah menewaskan 80 ribu orang Amerika dan menghantam ekonomi terbesar dunia itu.

    Wabah baru telah dilaporkan di Korea Selatan dan Tiongkok, di mana krisis kesehatan dimulai sebelum menyebar ke seluruh dunia, mendorong pemerintah untuk mengunci miliaran orang, menghancurkan permintaan bahan bakar.

    EIA sekarang memperkirakan permintaan minyak dunia turun 8,1 juta barel per hari (bph) tahun ini menjadi 92,6 juta bph, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya untuk penurunan 5,2 juta barel per hari.

    Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga memangkas perkiraan permintaan minyak dunia, sekarang memperkirakan akan berkontraksi sebesar 9,07 juta barel per hari tahun ini. Bulan lalu, OPEC memperkirakan kontraksi 6,85 juta barel per hari.

    OPEC dan produsen lain termasuk Rusia, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, ingin mempertahankan pemotongan yang ada setelah Juni, ketika bertemu berikutnya di Wina, sumber mengatakan kepada Reuters.

    OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni serta menurunkan kembali potongan menjadi 7,7 juta barel per hari untuk sisa tahun ini. Kabinet Arab Saudi telah mendesak negara-negara OPEC+ untuk mengurangi produksi lebih lanjut, kantor berita negara itu melaporkan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id