comscore

Wall Street Selamat di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi Akibat Lonjakan Inflasi

Antara - 14 Mei 2022 09:01 WIB
Wall Street Selamat di Tengah Ancaman Resesi Ekonomi Akibat Lonjakan Inflasi
Ilustrasi. Foto: AFP.
New York: Wall Street selamat dan berhasil menguat pada akhir perdagangan Jumat. Wall Street menutup pekan yang bergejolak ketika tanda-tanda inflasi memuncak bersaing dengan kekhawatiran bahwa pengetatan kebijakan oleh Federal Reserve dapat memiringkan ekonomi ke dalam resesi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average bertambah 466,36 poin atau 1,47 persen, menjadi 32.196,66. Indeks S&P 500 naik 93,81 poin atau 2,39 persen menjadi 4.023,89. Indeks Komposit Nasdaq ditutup melonjak 434,04 poin atau 3,82 persen menjadi 11.805,00 poin.
 
Semua 11 sektor utama S&P 500 mengakhiri sesi di zona hijau, dengan sektor konsumen menikmati persentase kenaikan terbesar, melonjak sebesar 4,1 persen.
 
Keuntungan dipimpin oleh rebound dalam saham teknologi megacap dan teknologi yang terkait, yang dijual dalam sesi sebelumnya karena imbal hasil acuan obligasi pemerintah naik dan investor khawatir The Fed mungkin menaikkan suku bunga lebih agresif daripada yang diharapkan.
 
Terlepas dari kenaikan hari ini, S&P 500 dan Nasdaq membukukan kerugian mingguan keenam berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang sejak musim gugur 2012 untuk S&P 500 dan sejak musim semi 2011 untuk Nasdaq.
 
Dow mencatat penurunan mingguan ketujuh berturut-turut, penurunan beruntun terpanjang saham blue chips sejak akhir musim dingin 1980. "Apakah ini kenaikan harga sementara? Atau apakah ini pengakuan investor, seperti yang saya yakini, bahwa aksi jual berlebihan?" tutur Wakil Presiden Senior Wealthspire Advisors Oliver Pursche.
 
"Saya tidak akan terkejut jika kita melihat satu atau dua minggu lagi turun, tetapi Anda harus melihat indeks lampau dan melihat dasar-dasar pasar. Dan apa yang kita lihat hari ini adalah beberapa nama (saham) berkualitas yang dipukuli benar-benar melambung tajam."
 
Dalam enam hari perdagangan terakhir, Departemen Tenaga Kerja menyampaikan empat laporan ekonomi-pertumbuhan upah, IHK, IHP dan harga impor-yang bersama-sama menunjukkan inflasi mencapai puncaknya pada Maret, berita gembira bagi pelaku pasar yang khawatir The Fed dapat memicu resesi dengan serentetan dari kenaikan suku bunga melawan inflasi.
 
Ketua Fed Jerome Powell mengulangi tekad bank sentral untuk memerangi inflasi, tetapi mengatakan dia yakin ekonomi dapat menghindari penurunan yang serius. Powell menunjukkan kerendahan hati dan keseriusan pada saat yang sama.
 
"Dia berkomitmen untuk mengendalikan inflasi ini, bahkan jika dia mengakui itu akan sedikit menyakitkan," ucap Presiden Chase Investment Counsel in Charlottesville Peter Tuz.
 
Musim pelaporan keuangan kuartal pertama telah mencapai batas akhir, dengan 458 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan. Dari jumlah tersebut, 78 persen telah memberikan hasil yang mengalahkan konsensus, menurut Refinitiv.
 
Saham Twitter Inc anjlok 9,7 persen menyusul cuitan Elon Musk, dia telah menunda kesepakatan pembelian tunai senilai USD44 miliar, saat dia menunggu perusahaan media sosial itu memberikan data tentang akun palsu. Sementara Tesla Inc melonjak 5,7 persen.
 
Volume transaksi di bursa AS mencapai 13,32 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 13,17 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

(HUS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id