Jelang Thanksgiving, Dow Jones dan S&P Kompak Terjungkal

    Angga Bratadharma - 26 November 2020 07:34 WIB
    Jelang Thanksgiving, Dow Jones dan S&P Kompak Terjungkal
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena pasar saham mulai mengambil nafas setelah rekor penguatan di sesi sebelumnya. Berita positif tentang kandidat vaksin covid-19 masih menjadi sentimen bagi bursa Wall Street.

    Mengutip Xinhua, Kamis, 26 November 2020, indeks Dow Jones Industrial Average turun 173,77 poin atau 0,58 persen menjadi 29.872,47. Indeks S&P 500 turun 5,76 poin atau 0,16 persen menjadi 3.629,65. Sementara indeks komposit Nasdaq naik 57,62 poin atau 0,48 persen menjadi 12.094,40.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 turun, dengan sektor energi melemah 2,42 persen, memimpin penurunan. Sedangkan sektor konsumen naik 0,58 persen, menjadi grup dengan kinerja terbaik. Volume perdagangan relatif tipis di sesi terakhir menjelang liburan Thanksgiving. Investor meneliti banyak data ekonomi.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, naik menjadi 778 ribu dalam pekan yang berakhir 21 November, menyusul revisi naik 748 ribu pada pekan sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan klaim pengangguran awal di 733 ribu.

    Departemen Perdagangan melaporkan aktivitas ekonomi AS pada kuartal ketiga tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 33,1 persen dalam estimasi kedua, setelah kontraksi tajam pada kuartal sebelumnya.

    Rebound pada kuartal ketiga terjadi setelah ekonomi jatuh pada tingkat tahunan yang direvisi sebesar 31,4 persen pada kuartal kedua. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya dampak covid-19, yang merupakan penurunan terbesar sejak Pemerintah AS mulai membuat catatan pada 1947.

    Menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins, Amerika Serikat telah melaporkan total lebih dari 12,7 juta kasus covid-19 dengan jumlah kematian akibat penyakit tersebut melebihi 261 ribu pada Rabu sore. Pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), bursa saham AS mencapai tonggak sejarah dengan Dow menguat lebih dari 400 poin dan ditutup di atas 30 ribu.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id