comscore

Dolar AS Tergelincir

Antara - 25 Juni 2022 10:05 WIB
Dolar AS Tergelincir
Ilustrasi. FOTO: AFP
New York: Dolar AS tergelincir pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu pagi WIB), dan membukukan penurunan mingguan pertama bulan ini. Para pedagang mengurangi taruhan di mana suku bunga dapat mencapai puncaknya dan mengedepankan pandangan mereka tentang waktu penurunan suku bunga untuk melawan kemungkinan resesi.

Faktor signifikan minggu ini adalah jatuhnya harga-harga minyak dan komoditas, yang telah meredakan kekhawatiran inflasi dan memungkinkan pasar ekuitas untuk pulih. Ini telah mengikis tawaran safe-haven yang telah mendorong dolar lebih tinggi terhadap mata uang utama lainnya.
"Turunnya harga-harga komoditas dapat membantu menarik angka inflasi utama ke bawah -terutama ke bulan-bulan musim gugur- mengurangi kebutuhan akan pengetatan moneter yang agresif," kata Kepala Strategi Pasar Corpay Karl Schamotta, di Toronto, dilansir dari Antara, Sabtu, 25 Juni 2022.

Dana Fed (fed fund) berjangka AS pada Jumat, 24 Juni, memperkirakan probabilitas 73 persen untuk kenaikan 75 basis poin pada pertemuan Juli. Tetapi untuk September pasar telah sepenuhnya memperkirakan kenaikan hanya 50 basis poin.
 
Baca: Perkuat Kompetensi Dokter Indonesia, MediSage Gandeng PDUI

Pasar juga memperkirakan suku bunga fed fund 3,31 persen pada Jumat, 24 Juni, dari 3,51 persen seminggu yang lalu. Pada perdagangan sore di New York, indeks dolar, yang mengukur unit AS terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,2 persen menjadi 104,013.

Mata uang safe-haven greenback tergelincir lebih jauh setelah data menunjukkan penjualan rumah baru melonjak 10,7 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman di 696 ribu unit bulan lalu. Laju penjualan Mei direvisi lebih tinggi menjadi 629 ribu unit dari 591 ribu unit yang dilaporkan sebelumnya.

Survei sentimen konsumen University of Michigan menunjukkan hasil yang beragam, dengan sentimen memburuk pada Juni menjadi 50, dari pembacaan akhir pada Mei di 58. Tetapi angka ekspektasi inflasi lima tahun turun menjadi 3,1 persen dari perkiraan awal 3,3 persen pada pertengahan Juni.

Kehilangan sebagian kilaunya

Dolar, naik sekitar 9,0 persen tahun ini, telah kehilangan sebagian dari kilaunya sejak investor mulai bertaruh bahwa Fed dapat memperlambat laju pengetatan suku bunga menyusul kenaikan 75 basis poin lainnya pada Juli. Mereka sekarang melihat suku bunga memuncak pada Maret mendatang sekitar 3,5 persen dan turun hampir 20 basis poin pada Juli 2023.

Yen Jepang yang sensitif terhadap perubahan imbal hasil AS, turun 0,2 persen menjadi 135,20 per dolar. Euro naik 0,3 persen menjadi 1,0553 dolar. Penurunan greenback bahkan mendorong mata uang yang berfokus pada komoditas seperti dolar Australia dan krona Norwegia.

Aussie naik 0,8 persen menjadi 0,6946 dolar AS, dan membukukan kenaikan mingguannya setelah dua minggu berturut-turut turun. Krona Norwegia, yang baru turun dari kenaikan suku bunga 50 basis poin pada Kamis, 23 Juni, menguat 1,2 persen menjadi 9,8495 per dolar.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id