comscore

AS Hantam Bank-Bank Besar Rusia dengan Sanksi atas Invasi ke Ukraina

Antara - 25 Februari 2022 09:28 WIB
AS Hantam Bank-Bank Besar Rusia dengan Sanksi atas Invasi ke Ukraina
Ilustrasi. FOTO: AFP
Washington: Amerika Serikat memberlakukan sanksi terhadap Rusia sebagai pembalasan atas invasinya ke Ukraina. Negara Paman Sam menargetkan dua bank terbesar Moskow dan anggota elitnya dalam langkah-langkah baru ketika Washington memperingatkan lebih banyak tindakan dapat dilakukan.

Di antara targetnya adalah lima bank besar Rusia, termasuk Sberbank dan VTB yang didukung negara, dua pemberi pinjaman terbesar di negara itu, serta individu kaya dan keluarga mereka. Amerika Serikat juga mengumumkan langkah-langkah pengendalian ekspor baru.
Mengutip Antara, Jumat, 25 Februari 2022, Washington memberlakukan sanksi baru setelah pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada Kamis, 24 Februari, menyerang melalui darat, laut, dan udara dalam serangan terbesar oleh satu negara terhadap negara lain di Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Departemen Keuangan AS mengatakan bank-bank AS harus memutuskan hubungan perbankan koresponden mereka -yang memungkinkan bank melakukan pembayaran antara satu sama lain dan memindahkan uang ke seluruh dunia- dengan pemberi pinjaman terbesar Rusia, Sberbank, dan 25 anak perusahaannya dalam waktu 30 hari.

Pembatasan tersebut bertujuan untuk merugikan ekonomi Rusia dengan memblokir Sberbank dari pemrosesan dan penyelesaian pembayaran dalam sistem keuangan AS.

Tetapi Washington tidak menggunakan alat sanksi paling kuat dari Pemerintah AS terhadap bank tersebut dan tidak menambahkannya ke daftar Specially Designated Nationals (SDN), yang akan membekukan aset-asetnya di AS.

Tetapi seorang pejabat senior Pemerintah AS memperingatkan bahwa Amerika Serikat dapat lebih memperketat sanksi terhadap Rusia jika meningkatkan agresinya terhadap Ukraina. "Kami masih memiliki semua opsi di atas meja. Kami memiliki ruang untuk lebih meningkat karena agresi Rusia meningkat," kata pejabat itu.

Beroperasi secara normal

Sberbank mengatakan pihaknya beroperasi secara normal tetapi sedang mempelajari implikasi sanksi yang dikenakan terhadapnya. "Kekuatan sanksi berasal dari fakta bahwa sebagian besar perdagangan dunia di beberapa titik dilakukan dalam dolar," kata mantan Penasihat Umum Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York Daniel Alter.

Washington juga menambahkan bank terbesar kedua Rusia, VTB, serta tiga lainnya -Otkritie, Novikombank, dan Sovcombank- ke daftar SDN. Langkah ini secara efektif mengeluarkan bank dari sistem keuangan AS, melarang perdagangan mereka dengan orang Amerika dan membekukan aset mereka di AS.

Setiap hari bank-bank Rusia melakukan transaksi valuta asing senilai sekitar USD46 miliar secara global, 80 persen di antaranya dalam dolar AS, kata Departemen Keuangan, seraya menambahkan bahwa sebagian besar transaksi itu sekarang akan terganggu. Departemen Keuangan mengesahkan transaksi tertentu yang terkait dengan energi.

VTB mengatakan pengenaan sanksi Barat pada operasinya akan membatasi penggunaan kartunya di luar Rusia. Bank-bank lain tidak segera menjawab permintaan komentar. Kedutaan Rusia di Amerika Serikat juga tidak segera membalas permintaan komentar. Departemen Keuangan mengatakan pihaknya juga menjatuhkan sanksi pada apa yang disebutnya elit Rusia.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id