comscore

Aliran Investasi Asing Langsung Global Rebound Meskipun Pemulihan Tak Merata

Antara - 21 Januari 2022 13:16 WIB
Aliran Investasi Asing Langsung Global <i>Rebound</i> Meskipun Pemulihan Tak Merata
Ilustrasi investasi asing. Foto : MI/Immanuel Antonius.
Jenewa: Aliran investasi asing langsung (FDI) global menunjukkan rebound yang kuat pada 2021, melonjak 77 persen menjadi sekitar USD1,65 triliun, dari USD929 miliar pada 2020. Menurut laporan terbaru oleh Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), hal ini melampaui tingkat pracovid-19.

Dalam Investment Trends Monitor terbaru badan perdagangan dan pembangunan PBB yang berbasis di Jenewa itu memperkirakan bahwa pemulihan tetap sangat tidak merata, pembiayaan infrastruktur naik karena paket stimulus pemulihan, tetapi aktivitas greenfield investment tetap lemah di seluruh sektor industri.

 



Greenfield investment adalah investasi dalam bentuk pendirian unit-unit produksi baru, dengan modal asing sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan atau investor asing di negara penerima investasi tersebut

“Dari total peningkatan arus FDI global pada 2021 (USD718 miliar), lebih dari USD500 miliar, atau hampir tiga perempat, tercatat di negara maju. Ekonomi berkembang, terutama negara-negara kurang berkembang (LDC) melihat pertumbuhan pemulihan yang lebih moderat," kata laporan itu dikutip dari Antara, Jumat, 21 Januari 2022.

Sekretaris Jenderal UNCTAD Rebeca Grynspan mengatakan pemulihan arus investasi ke negara-negara berkembang menggembirakan, tetapi stagnasi investasi baru di negara-negara kurang berkembang di industri yang penting untuk kapasitas produktif, dan sektor-sektor utama Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) - seperti listrik, makanan atau kesehatan.

Laporan itu mengatakan kepercayaan investor kuat di sektor infrastruktur, didukung oleh kondisi pembiayaan jangka panjang yang menguntungkan, paket stimulus pemulihan dan program investasi luar negeri. Sebaliknya, kepercayaan investor terhadap industri dan rantai nilai global masih lemah. Pengumuman proyek greenfield investment praktis datar.

"Didorong oleh FDI jasa-jasa yang kuat, Tiongkok melihat pada 2021 peningkatan arus masuk 20 persen, mencapai rekor USD179 miliar," kata laporan itu.

Prospek FDI global pada 2022 adalah positif, tetapi rebound tingkat pertumbuhan 2021 tidak mungkin terulang, menurut laporan tersebut.

"Investasi baru di bidang manufaktur dan rantai nilai global tetap pada tingkat yang rendah, sebagian karena dunia berada dalam gelombang pandemi covid-19 dan karena meningkatnya ketegangan geopolitik," kata Direktur Investasi dan Perusahaan di UNCTAD, James Zhan.  

"Selain itu, butuh waktu untuk investasi baru terjadi. Biasanya ada jeda waktu antara pemulihan ekonomi dan pemulihan investasi baru di bidang manufaktur dan rantai pasokan," tambah Zhan.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id