Bank Dunia Perkuat Integritas Riset Usai Skandal Manipulasi Data

    Antara - 12 Oktober 2021 15:04 WIB
    Bank Dunia Perkuat Integritas Riset Usai Skandal Manipulasi Data
    Ilustrasi logo Bank Dunia - - Foto: dok AFP



    New York: Bank Dunia meningkatkan kredibilitas risetnya setelah skandal manipulasi data pada 2017 yang merusak reputasi lembaga tersebut. Bank Dunia dituduh mengubah peringkat iklim bisnis Tiongkok dari ranking 85 menjadi 78.

    Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan riset penelitian yang kuat dan kredibel tetap menjadi prioritas tinggi bagi bank dunia dalam membantu dan memberikan rekomendasi bagi negara-negara di dunia.

     



    “Saya benar-benar ingin memperkuat pentingnya penelitian berkualitas tinggi dan kemampuan bank untuk menghasilkan penelitian itu dalam volume tinggi,” kata Malpass, Selasa, 12 Oktober 2021.

    Malpass pun enggan menanggapi laporan mengenai investigasi eksternal Bank Dunia yang menuduh Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva dalam memanipulasi laporan Doing Business 2017 untuk Tiongkok.

    "Membantu negara-negara meningkatkan iklim bisnis mereka adalah penting untuk pembangunan dan menjadi prioritas bagi Bank Dunia," tutur dia.

    Laporan investigasi yang sama oleh firma hukum WilmerHale menemukan bahwa staf Bank Dunia mengubah data untuk meningkatkan peringkat "Doing Business" Arab Saudi pada Oktober 2019. Itu terjadi enam bulan setelah Malpass mengambil alih posisi teratas bank dunia.

    Adapun peringkat kemudahan berusaha atau Doing Business berbagai negara diukur kemudahan menavigasi peraturan, ketersediaan pembiayaan dan kerangka hukum.

    Pemeringkatan ini diluncurkan pada 2003 dan digunakan secara luas untuk menilai risiko berinvestasi dalam sebuah negara. Meski demikian, negara-negara terus berusaha meyakinkan para peneliti mengapa mereka pantas mendapatkan peringkat yang lebih tinggi.

    Sebelumnya, Georgieva membantah tuduhan untuk mengubah peringkat iklim bisnis Tiongkok dari ranking 85 menjadi 78 guna mencari dukungan Beijing untuk menginjeksi modal yang besar ke IMF.


    (Des)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id