Pendapatan Industri Hiburan & Media Kembali Bangkit Setelah Diserang Pandemi

    Arif Wicaksono - 21 Juli 2021 13:35 WIB
    Pendapatan Industri Hiburan & Media Kembali Bangkit Setelah Diserang Pandemi
    Industri media. Foto : MI.



    Jakarta: Industri hiburan dan media global (Entertainment & Media/E&M) telah mendapatkan kembali momentumnya dengan pencapaian pendapatan yang melampaui ekonomi secara keseluruhan.

    Industri ini menuju pertumbuhan sebesar 6,5 persen pada 2021 dan 6,7 persen pada 2022, didorong oleh permintaan yang kuat untuk konten digital dan iklan.

     



    Pertumbuhan industri ini berhasil pulih dari kondisi 2020 yang menantang, ketika hiburan yang bersifat tatap muka turun drastis, termasuk penurunan 71 persen pada pendapatan box office di bioskop.

    Angka-angka ini diperoleh dari Global Entertainment & Media Outlook 2021-2025 PwC, yang merupakan analisis tahunan ke-22 dan perkiraan pengeluaran E&M oleh konsumen dan pengiklan di 53 wilayah, sebagaimana dikutip Medcom.id, Rabu, 21 Juli 2021.

    Global Entertainment & Media Industry Leader Partner, PwC Jerman, Werner Ballhaus mengatakan, pandemi tidak hanya memperlambat industri hiburan dan media tahun lalu, tetapi juga mempercepat dan memperkuat pergeseran kekuatan yang telah mengubah industri.

    Pendapatan box office beralih ke platform streaming, perpindahan konten ke perangkat seluler, maupun hubungan yang semakin kompleks di antara pembuat konten, produsen, dan distributor, dinamika dan kekuatan dalam industri terus bergeser.  

    "Laporan Outlook kami menunjukkan bahwa kebutuhan akan konten, kemajuan teknologi yang berkelanjutan dan model bisnis baru serta cara menciptakan nilai akan mendorong pertumbuhan industri selama lima tahun ke depan dan seterusnya," jelas dia.

    Chief Digital and Technology Oficer di PwC Indonesia, Subianto, menambahkan terlepas dari dampak covid-19, pendapatan sektor E&M Indonesia secara keseluruhan diperkirakan tumbuh 8,7 persen CAGR dari 2021-2025.

    Pertumbuhan ini terutama didorong oleh pertumbuhan eksponensial dalam akses internet seluler, konsumsi data yang memimpin pertumbuhan kategori seperti video over the-top (OTT), video game, dan e-sports, serta iklan internet.

    "Kategori seperti bioskop, bisnis B2B, dan di luar rumah terus terkena dampak pandemi, tetapi diperkirakan akan muncul lebih kuat untuk memenuhi permintaan terpendam dari konsumen dan bisnis di Indonesia," jelas dia.

    Tidak mengherankan apabila banyak konsumen muda memiliki kesadaran atau minat yang rendah terhadap media tradisional. Di sisi lain, platform media yang dirancang untuk konsumen muda atau yang memudahkan produksi konten otentik telah berkembang pesat.

    Gaming menjadi pusat dari gerakan kaum muda sekaligus pendorong konsumsi data yang signifikan. Bahkan gaming berada pada laju yang bagus untuk menjadi kategori konten yang tumbuh paling cepat dalam hal itu menyumbang 6,1 persen dari total konsumsi data secara global pada 2025, naik dari 4,7 persen pada 2020.

    "Dari 2021 hingga 2025, kami memproyeksikan pendapatan E&M global tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) yang sehat sebesar lima persen, yang akan meningkatkan pendapatan industri menjadi USD2,6 triliun pada 2025," jelas dia.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id