Kasus Covid-19 Naik, Emas Dunia Merekah

    Angga Bratadharma - 27 Juni 2020 07:47 WIB
    Kasus Covid-19 Naik, Emas Dunia Merekah
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), ketika kasus covid-19 AS melonjak. Di sisi lain, indeks pasar saham di seluruh dunia diperdagangkan lebih rendah yang turut memberikan dukungan terhadap emas.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 27 Juni 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus naik sebanyak USD9,7 atau 0,55 persen menjadi USD1.780,3 per ons. Ketidakpastian ekonomi kembali terjadi usai kasus covid-19 kembali naik, di tengah pelonggaran pembatasan akibat virus mematikan itu

    Amerika Serikat pada hari kedua berturut-turut memecahkan rekornya terkait kasus baru covid-19, dengan lebih dari 40 ribu kasus baru dilaporkan pada Jumat. Investor yang peduli terhadap persoalan ini terdorong untuk melirik emas sebagai tempat yang aman.

    Angka-angka ekonomi yang dirilis relatif positif, membatasi kenaikan emas. Sebuah laporan yang dirilis oleh Departemen Perdagangan AS menunjukkan pengeluaran konsumen meningkat sebesar 8,2 persen pada Mei, dan menempatkan pendapatan pribadi pada tingkat negatif 4,2 persen pada Mei, lebih baik dari yang diharapkan .

    Indeks Sentimen Konsumen University of Michigan (UM) adalah 78,1 dalam survei Juni 2020, naik dari posisi 72,3 pada Mei.

    Adapun perak untuk pengiriman Juli naik sebanyak 14 sen atau 0,78 persen menjadi  USD18,035 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober naik sebanyak USD10,8 atau 1,34 persen menjadi USD819,3 per ons.

    Di sisi lain, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi global di 2020. Revisi dilakukan di tengah meningkatnya kasus covid-19 di dunia.
     
    IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global turun 4,9 persen pada 2020. Angka ini turun 1,9 poin di bawah perkiraan IMF pada April di angka tiga persen. Kondisi itu menunjukkan prospek ekonomi yang semakin suram karena pandemi terus meluas di seluruh dunia.
     
    "Dibandingkan dengan perkiraan outlook ekonomi dunia di April, kami sekarang memproyeksikan resesi yang lebih dalam pada 2020 dan pemulihan yang lebih lambat pada 2021," kata Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath.

    Dia menambahkan proyeksi ini menyiratkan kerugian secara kumulatif global. "Penurunan peringkat dari April mencerminkan hasil yang lebih buruk, daripada yang diantisipasi pada paruh pertama tahun ini," tambahnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id