Di Tengah Wabah Korona, Bursa Saham Inggris Kokoh

    Antara - 18 Maret 2020 09:45 WIB
    Di Tengah Wabah Korona, Bursa Saham Inggris Kokoh
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Tolga AKMEN
    London: Saham-saham Inggris berbalik arah dari penurunan hari sebelumnya menjadi berakhir menguat pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London bertambah 2,79 persen atau 143,82 poin, menjadi menetap di 5.294,90 poin.

    Mengutip Antara, Rabu, 18 Maret 2020, Antofagasta, sebuah perusahaan asal Chile yang beroperasi di berbagai sektor industri, terutama pertambangan tembaga, melonjak 16,05 persen, menjadi peraih keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

    Diikuti oleh saham perusahaan jasa pemesanan dan pengiriman makanan daring Inggris Just Eat Takeaway yang melambung 10,53 persen, serta supermarket daring terbesar Inggris Ocado Group meningkat 10,38 persen.

    Sementara itu, JD Sports Fashion, sebuah perusahaan ritel fashion-olahraga, menderita kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan nilai sahamnya menukik 17,95 persen.

    Disusul oleh saham perusahaan yang berspesialisasi dalam komponen dan sub-sistem pasar kedirgantaraan, pertahanan dan energi terpilih, Meggitt, yang anjlok 17,44 persen, serta perusahaan operator pelayaran Inggris-Amerika Carnival jatuh 15,84 persen.

    Di sisi lain, Wall Street rebound atau kembali menghijau pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi setelah aksi jual bersejarah sehari sebelumnya ketika langkah-langkah stimulus baru dari Federal Reserve gagal menenangkan pasar di tengah meningkatnya kekhawatiran akan virus corona.

    Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 1.048,86 poin atau 5,2 persen menjadi 21.237,38 poin. Indeks S&P 500 bertambah 143,06 poin atau 6,00 persen menjadi berakhir di 2.529,19 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 430,19 poin atau 6,23 persen menjadi 7.334,78 poin.

    S&P 500 melonjak enam persen, mengembalikan setengah dari aksi jual sesi sebelumnya, karena Federal Reserve dan Gedung Putih mengambil langkah lebih lanjut untuk meningkatkan likuiditas dan membendung kerusakan akibat wabah virus korona yang telah mencengkeram ekonomi global.

    Bank sentral AS meluncurkan kembali pembelian utang jangka pendek era krisis keuangan untuk membantu perusahaan-perusahaan dapat terus membayar pekerja dan membeli pasokan di tengah pandemi.

    Langkah untuk membeli kembali surat berharga komersial pada Selasa waktu setempat tersebut, menyusul beberapa langkah darurat yang diambil oleh the Fed pada Minggu, 15 Maret termasuk memangkas suku bunga mendekati nol.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id