Fed: Covid-19 Ciptakan Ketidakpastian Luar Biasa di Ekonomi

    Angga Bratadharma - 21 Mei 2020 07:52 WIB
    Fed: Covid-19 Ciptakan Ketidakpastian Luar Biasa di Ekonomi
    Gedung The Fed. FOTO: AFP/Brendan Smialowski
    Washington: Risalah yang dikeluarkan dari pertemuan kebijakan April Federal Reserve AS menunjukkan bahwa para peserta percaya efek pandemi covid-19 terhadap ekonomi menciptakan sejumlah ketidakpastian yang luar biasa. Bahkan, Fed berpendapat terdapat risiko yang cukup besar bagi kegiatan ekonomi dalam jangka menengah.

    "Sejumlah peserta menilai bahwa ada kemungkinan besar gelombang tambahan wabah covid-19 dalam waktu dekat atau menengah," menurut risalah Fed, seperti dikutip dari Xinhua, Kamis, 21 Mei 2020.

    "Dalam skenario seperti itu, diyakini kemungkinan akan ada gangguan ekonomi lebih lanjut, termasuk periode tambahan jarak sosial wajib, dislokasi rantai pasokan yang lebih besar, dan sejumlah besar penutupan bisnis dan hilangnya pendapatan. Perkembangan seperti itu dapat menyebabkan periode berlarut-larut berkurangnya aktivitas ekonomi," tambah risalah Fed.

    Dalam skenario yang lebih optimistis, kegiatan ekonomi dapat pulih lebih cepat jika pandemi covid-19 mereda. Kondisi itu bisa membuat konsumsi rumah tangga dan bisnis menjadi cukup percaya diri untuk bersantai atau mengubah perilaku sosial selama beberapa bulan ke depan, menurut risalah.

    Pertemuan terakhir yakni pada 29 April, berakhir dengan badan pembuat kebijakan bank sentral, Komite Pasar Terbuka Federal, mempertahankan suku bunga acuannya tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol persen.

    Adapun the Fed memangkas suku bunga acuan mendekati nol persen pada dua pertemuan yang tidak dijadwalkan di Maret dan mulai membeli sejumlah besar surat utang Pemerintah AS dan sekuritas yang didukung hipotek agen untuk memperbaiki pasar keuangan.

    Selain itu, the Fed juga meluncurkan program pinjaman baru untuk menyediakan dana hingga USD2,3 triliun guna mendukung ekonomi dalam menanggapi wabah virus korona.

    Dalam risalah Fed yang baru dirilis, peserta menilai bahwa kuartal kedua kemungkinan terdapat penurunan aktivitas ekonomi secara keseluruhan di tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya, seraya mencatat beban krisis saat ini tidak proporsional pada rumah tangga yang paling rentan dan memiliki keterbatasan finansial dalam perekonomian.

    Peringatan risiko jangka panjang, notulen mencatat, peserta khawatir bahwa PHK sementara dapat menjadi permanen, dan bahwa pekerja yang kehilangan pekerjaan dapat menghadapi kehilangan keterampilan khusus pekerjaan atau mungkin menjadi berkecil hati dan keluar dari angkatan kerja.

    Beberapa peserta juga menekankan bahwa kegiatan beberapa lembaga keuangan non-bank menghadirkan kerentanan terhadap sistem keuangan yang dapat memburuk jika terjadi penurunan ekonomi yang berkepanjangan. Kemudian, Fed menilai, lembaga-lembaga dan kegiatan-kegiatan ini harus dipantau secara ketat.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id