Usai Menkeu AS 'Bersuara', Harga Bitcoin Anjlok 15%

    Nia Deviyana - 23 Februari 2021 19:55 WIB
    Usai Menkeu AS 'Bersuara', Harga Bitcoin Anjlok 15%
    Ilustrasi. Foto: AFP
    Washington: Harga Bitcoin anjlok pada hari ini setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen mengeluarkan peringatan terkait mata uang kripto tersebut.

    Menurut data Coin Metrics yang dilansir dari CNBC International, Selasa, 23 Februari 2021, bitcoin turun 15 persen dalam 24 jam terakhir. Harganya turun di bawah USD50 ribu dan diperdagangkan sekitar USD45.821 (setara Rp646 juta, kurs Rp14.115).

    Sebelumnya, harga bitcoin jatuh 16 persen hingga mencapai level terendah intraday USD45.041.

    Begitu juga dengan cryptocurrency yang lebih kecil nilainya seperti ether dan XRP juga jatuh. Ether tergelincir 18 persen ke harga USD1.447, sementara XRP merosot 23 persen dan diperdagangkan di sekitar 43 sen.

    Adapun Yellen menyebut bitcoin sebagai alat yang sangat tidak efisien untuk melakukan transaksi, dan memperingatkan risiko penggunaannya dalam aktivitas terlarang. Dia juga menyuarakan peringatan tentang dampak bitcoin terhadap lingkungan. Lonjakan liar bitcoin memengaruhi tingkat listrik yang diperlukan untuk menghasilkan koin baru.

    Bitcoin juga tidak dikendalikan oleh otoritas pusat mana pun. Penambang bitcoin menjalankan mesin berkekuatan tinggi yang bersaing untuk memecahkan teka-teki matematika yang kompleks untuk membuat transaksi berhasil. Jaringan Bitcoin mengonsumsi lebih banyak listrik daripada Pakistan, menurut peneliti di Universitas Cambridge.

    Bitcoin masih naik lebih dari 60 persen sejak awal tahun, dan fluktuasi harga lebih dari 10 persen bukanlah hal yang langka di pasar kripto. Bitcoin pernah naik menjadi hampir USD20 ribu pada 2017 sebelum merosot 80 persen pada tahun berikutnya.

    Bitcoin berhasil mendapatkan daya tarik dari investor arus utama, sebagian karena persepsi bahwa aset kripto ini menyimpan nilai yang mirip dengan emas. Investor mengeklaim cryptocurrency dapat bertindak sebagai lindung nilai terhadap kenaikan inflasi.

    Namun, para investor yang skeptis memperingatkan bahwa bitcoin tidak memiliki nilai intrinsik dan merupakan salah satu gelembung spekulatif terbesar dalam sejarah. Analis di JPMorgan pekan lalu bahkan meletakkan mata uang kripto sebagai aset dengan lindung nilai terburuk.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id