Ekonomi AS Diyakini Bangkit di 2021

    Angga Bratadharma - 06 Maret 2021 12:02 WIB
    Ekonomi AS Diyakini Bangkit di 2021
    Ilustrasi. FOTO: Hector Mata/AFP



    New York: Ekonomi Amerika Serikat (AS) diyakini bangkit kembali pada 2021, dengan pertumbuhan kuartal pertama ditargetkan berkinerja kuat. Mulai kokohnya perekonomian Paman Sam itu lantaran beberapa indikator menunjukkan adanya perbaikan disertai hadirnya sejumlah seniman berupa kucuran paket bantuan dari pemerintah.

    Mengutip CNBC International, Sabtu, 6 Maret 2021, data manufaktur menunjukkan sektor tersebut berada pada tingkat pertumbuhan tertinggi sejak Agustus 2018. Bahkan, laporan Institute for Supply Management mengonfirmasi anggapan di antara para ekonom bahwa produksi untuk memulai tahun ini jauh lebih baik.






    Federal Reserve Atlanta, yang melacak data secara real time untuk memperkirakan perubahan dalam produk domestik bruto, sekarang menunjukkan kenaikan 10 persen untuk tiga bulan pertama tahun ini. Alat GDP Now umumnya mudah berubah di awal kuartal, kemudian menjadi lebih akurat seiring bergulirnya data selama periode tersebut.

    Kondisi itu terjadi setelah sebuah laporan menunjukkan bahwa pendapatan pribadi melonjak 10 persen pada Januari 2021, sebagian besar berkat bantuan langsung USD600 dari pemerintah. Kekayaan rumah tangga meningkat hampir USD2 triliun untuk bulan tersebut, sementara pengeluaran naik hanya 2,4 persen atau USD340,9 miliar.

    Angka-angka itu, bersama dengan ledakan tabungan hampir USD4 triliun, menunjukkan bahwa ekonomi AS tidak hanya tumbuh dengan kuat tetapi juga ekonomi yang siap untuk melanjutkan penguatan di sepanjang tahun. Sejumlah sentimen positif dan dukungan diharapkan berdatangan guna memacu perekonomian AS.

    "Pemulihan berbentuk V dalam PDB riil akan tetap berbentuk V selama paruh pertama tahun ini dan mungkin hingga akhir tahun," kata Ed Yardeni dari Yardeni Research.

    "Namun, ini tidak akan lagi menjadi pemulihan setelah Kuartal I karena PDB riil akan sepenuhnya pulih selama kuartal saat ini. Setelah itu, PDB akan berada dalam ekspansi di wilayah dengan rekor tertinggi," tambahnya.

    Kombinasi dari ketahanan sistematis yang dipadukan dengan dosis stimulus fiskal dan moneter yang sebelumnya tak terbayangkan telah membantu mempercepat pemulihan ekonomi secara signifikan. Kuartal IV-2020, dengan PDB meningkat 4,1 persen, membuat total barang dan jasa yang diproduksi hanya USD270 miliar, lebih rendah dari periode yang sama tahun sebelumnya.

    "Dengan dukungan fiskal federal yang kuat dan kemajuan berkelanjutan dalam vaksinasi, pertumbuhan PDB tahun ini bisa menjadi yang terkuat yang pernah kami lihat dalam beberapa dekade," kata Presiden Federal Reserve New York John Williams.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id