Vaksin AstraZeneca Disebut Penting bagi Pemulihan Ekonomi Global

    Nia Deviyana - 03 Januari 2021 17:18 WIB
    Vaksin AstraZeneca Disebut Penting bagi Pemulihan Ekonomi Global
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    London: Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui vaksin covid-19 yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca.

    Vaksin ini lebih murah dan lebih mudah untuk didistribusikan daripada alternatif lainnya, dan diharapkan dapat memainkan peran penting dalam meningkatkan ekonomi global tahun ini.

    Pemberian vaksin AstraZeneca dimulai pada awal Tahun Baru. Peluncuran itu dilakukan di tengah lonjakan kasus di Inggris Raya.

    "Rejimen ini ditunjukkan dalam uji klinis aman dan efektif dalam mencegah gejala covid-19, tanpa kasus yang parah dan tidak ada rawat inap lebih dari 14 hari setelah pemberian dosis kedua," kata pihak AstraZeneca dilansir dari CNN International, Minggu, 3 Januari 2021.

    Mengapa vaksin ini sangat penting bagi ekonomi global?

    AstraZeneca berjanji untuk memasok ratusan juta dosis ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dan untuk memasok vaksin secara nonprofit ke negara-negara tersebut.

    Vaksin ini juga jauh lebih murah daripada vaksin lain yang telah disetujui, dan jauh lebih mudah untuk didistribusikan dibandingkan pesaingnya. Berbeda dengan vaksin yang dikembangkan oleh Moderna dan Pfizer, AstraZeneca tidak perlu disimpan pada suhu super dingin. Selain itu, produsen juga membuat banyak dosis:

    AstraZeneca mengatakan sedang bekerja dengan mitranya, termasuk Serum Institute of India, untuk membangun kapasitas produksi hingga tiga miliar dosis pada 2021 secara bergulir.

    Sebagai perbandingan: Pfizer memperkirakan akan memproduksi sebanyak 50 juta dosis vaksin pada 2020 dan hingga 1,3 miliar dosis pada 2021. Sedangkan Moderna mengatakan pihaknya akan memproduksi 500 juta hingga satu miliar dosis pada 2021.

    Negara-negara terkaya di dunia telah mencadangkan sebagian besar kapasitas yang ditawarkan oleh Pfizer dan Moderna. Hal ini membuat vaksin AstraZeneca memiliki pangsa pasar negara berkembang.

    Sebagai contoh India, misalnya. Negara ekonomi terbesar ketiga di Asia itu belum memesan vaksin yang dijual oleh Pfizer dan Moderna, tetapi diperkirakan akan menerima ratusan juta dosis AstraZeneca.

    Tim yang mengembangkan vaksin AstraZeneca sebelumnya mengatakan vaksin itu memiliki kemanjuran rata-rata 70 persen dengan satu rejimen dosis menunjukkan kemanjuran 90 persen.

    (DEV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id