Telepon Xi Jinping untuk Pertama Kali, Biden Sampaikan Keprihatinan AS

    Angga Bratadharma - 13 Februari 2021 11:01 WIB
    Telepon Xi Jinping untuk Pertama Kali, Biden Sampaikan Keprihatinan AS
    Presiden Amerika Serikat Joe Biden. FOTO: AFP


    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping melalui telepon untuk pertama kalinya sejak menguasai Gedung Putih. Panggilan itu menjadi penting untuk melihat arah kebijakan dan hubungan kedua negara usai terlibat perang dagang saat era Donald Trump.

    Mengutip CNBC International, Sabtu, 13 Februari 2021, menurut pernyataan Gedung Putih, Biden menyuarakan keprihatinan mendasar tentang praktik ekonomi yang memaksa dan tidak adil oleh Beijing, tindakan keras di Hong Kong, pelanggaran hak asasi manusia di Xinjiang, dan tindakan yang semakin tegas di wilayah tersebut, termasuk terhadap Taiwan.


    Pernyataan Gedung Putih mengatakan kedua pemimpin juga membahas cara melawan pandemi covid-19, dan tantangan bersama tentang keamanan kesehatan global, perubahan iklim, dan pencegahan proliferasi senjata. Kerja sama yang terjalin diharapkan berimbas positif terhadap dunia.

    "Namun untuk saat ini Presiden Biden tidak berencana mencabut tarif di Tiongkok yang diberlakukan oleh Pemerintahan Trump," kata pejabat senior pemerintahan.

    Kemudian, Biden juga tidak mungkin mengurangi kehadiran militer AS di Asia seperti yang diancam oleh mantan Presiden Donald Trump selama kekuasaannya di Gedung Putih. Adapun Biden digambarkan sebagai seseorang yang berada pada posisi yang kuat untuk melakukan percakapan substantif dengan Xi Jinping.

    Para pejabat mengatakan panggilan telepon itu ditujukan untuk menandakan strategi baru AS yang mempertahankan prinsip inti kebijakan Pemerintahan Trump -persaingan yang ketat- tetapi menggunakan pendekatan yang sangat berbeda.

    "Kami melihat apa yang dilakukan Pemerintahan Trump selama empat tahun dan menemukan manfaat dalam proposisi dasar dari persaingan strategis yang ketat dengan Tiongkok dan perlunya kami terlibat dalam hal itu dengan penuh semangat, sistematis di setiap instrumen pemerintah kami," kata seorang pejabat senior pemerintahan.

    "Tapi kami menemukan masalah yang mendalam dengan cara Pemerintahan Trump melakukan persaingan itu," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id