Dolar AS Menguat

    Angga Bratadharma - 01 Desember 2020 09:01 WIB
    Dolar AS Menguat
    Ilustrasi. AFP PHOTO/YASIN AKGUL
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat di akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena suasana penghindaran risiko membaik di pasar yang akhirnya meningkatkan selera untuk mata uang safe haven.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 1 Desember 2020, indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,08 persen menjadi 91,8760. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1947 dari USD1,1957 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3343 dari USD1,3304 pada sesi sebelumnya.

    Dolar Australia turun menjadi USD0,7352 dibandingkan dengan USD0,7388. Dolar AS dibeli 104,33 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 104,03 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9065 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9045 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2962 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2984 dolar Kanada.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat tergelincir pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena lonjakan kasus infeksi covid-19. Wall Street tidak mampu mempertahankan posisi di jalur hijau meski ada katalis positif berupa berita kandidat vaksin covid-19.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 271,73 poin atau 0,91 persen menjadi 29.638,64. Sedangkan S&P 500 turun 16,72 poin atau 0,46 persen menjadi 3.621,63. Indeks Komposit Nasdaq turun 7,11 poin atau 0,06 persen menjadi 12.198,74.

    Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor energi ditutup turun 5,37 persen, memimpin penurunan. Pasangan sektor teknologi naik 0,66 persen, menjadi grup dengan kinerja terbaik.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS diperdagangkan lebih rendah, dengan semua 10 saham teratas berdasarkan bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Kasus covid-19 yang menyebar di Amerika Serikat terus menjadi persoalan. Menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins AS telah melaporkan lebih dari 13,5 juta kasus secara total dengan jumlah kematian akibat penyakit melebihi 267 ribu.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id