Emas Merosot ke Level Terendah Sejak Juni 2020, Anjlok USD46,6

    Antara - 27 Februari 2021 09:06 WIB
    Emas Merosot ke Level Terendah Sejak Juni 2020, Anjlok USD46,6
    Ilustrasi. Foto: AFP/Noah Seelam.



    Chicago: Harga emas terjungkal tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), bertengger di level terendah sejak Juni 2020.

    Emas memperpanjang penurunan untuk hari keempat berturut-turut, karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, serta dolar AS yang lebih kuat memukul daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.






    Melansir Antara, Sabtu, 27 Februari 2021, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange anjlok USD46,60 atau 2,62 persen menjadi USD1.728,80 per ounce, level terendah sejak Juni 2020.???????

    Sehari sebelumnya pada Kamis, 25 Februari 2021, harga emas berjangka terpangkas USD22,5 atau 1,25 persen menjadi USD1.775,4.??????? Emas berjangka juga merosot USD8 atau 0,44 persen menjadi USD1.797,90 pada perdagangan Rabu, 24 Februari 2021.

    Harga emas juga sempat tergerus USD2,5 atau 0,14 persen menjadi USD1.805,90 pada Selasa, 23 Februari 2021. Serta melonjak USD31 atau 1,74 persen menjadi USD1.808,40 pada Senin, 22 Februari 2021. Harga emas berjangka terpuruk sekitar 6,6 persen pada Februari.

    "Meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun, bersama dengan dolar AS yang bergerak lebih tinggi, dan mengalami kebangkitan selera risiko. Semua itu adalah resep yang sangat buruk untuk emas," kata kepala strategi komoditas di TD Securities Bart Melek.

    Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun bertahan mendekati level tertinggi dalam lebih dari setahun, sementara indeks dolar juga melonjak.

    Imbal hasil obligasi Pemerintah AS telah meningkat lebih dari 50 basis poin sepanjang tahun ini, mengikis status emas sebagai lindung nilai inflasi. Oleh karena itu, ada peluang kerugian yang lebih tinggi untuk emas yang tidak memberikan imbal hasil.

    "Emas sekali lagi dalam masalah dan prospek jangka pendek tidak terlihat bagus. Meningkatnya imbal hasil dan sekarang lompatan dolar menumpuk tekanan pada emas dan, kecuali pembalikan di pasar obligasi, sulit untuk membayangkan peruntungannya meningkat," kata analis Oanda Craig Erlam dalam sebuah catatan.

    Emas juga berada di bawah tekanan tambahan ketika Departemen Perdagangan AS melaporkan pengeluaran konsumen AS meningkat 2,4 persen pada Januari. Ini merupakan peningkatan paling tajam dalam tujuh bulan. Pendapatan pribadi mereka melonjak 10 persen, keuntungan terbesar dalam sembilan bulan.

    Di sisi lain untuk harga logam lainnya juga terperangkap dalam penurunan emas. Harga perak untuk pengiriman Mei turun USD1,245 atau 4,5 persen menjadi USD26,44 per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot USD46,2 atau 3,75 persen menjadi USD1.185,3 per ounce.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id