Industri Energi AS Rentan Serangan Siber

    Angga Bratadharma - 14 Mei 2021 14:26 WIB
    Industri Energi AS Rentan Serangan Siber
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Washington: The Wall Street Journal melaporkan serangan ransomware di Colonial Pipeline Co.telah menghantam industri energi Amerika Serikat (AS) yang sebagian besar tidak memiliki pengawasan keamanan siber federal. Kondisi tersebut akhirnya menyebabkan pertahanan digital tidak merata terhadap peretasan semacam itu.

    Penghentian sementara pipa saluran Colonial dilakukan, saluran bensin dan solar terbesar di negara itu ke Pantai Timur, menyusul peringatan oleh pejabat AS dalam beberapa bulan terakhir tentang bahaya serangan siber terhadap infrastruktur milik pribadi.

     



    Hal itu, pakar dunia maya dan anggota parlemen mengatakan, juga menyoroti perlunya perlindungan tambahan untuk membantu melindungi perusahaan minyak dan gas yang menggerakkan sebagian besar aktivitas ekonomi negara,

    "Sektor pipa agak liar," kata Wakil Presiden Cybersecurity aeSolutions John Cusimano, dilansir dari Xinhua, Jumat, 14 Mei 2021.

    Cusimano menyerukan aturan yang mirip dengan peraturan Penjaga Pantai AS 2020 untuk sektor maritim yang mewajibkan perusahaan yang mengoperasikan pelabuhan dan terminal untuk menyusun penilaian keamanan siber dan rencana insiden.

    Survei 2020 oleh firma hukum Jones Walker LLP mengungkapkan lebih dari dua pertiga eksekutif di perusahaan yang mengangkut atau menyimpan minyak dan gas mengatakan organisasi mereka siap menanggapi pelanggaran,

    "Tetapi banyak yang tidak mengambil tindakan pencegahan dasar seperti mengenkripsi data atau melakukan serangan kering. Masalah terlalu percaya diri adalah fenomena serius," kata Andy Lee, yang memimpin tim privasi dan keamanan perusahaan.

    Colonial Pipeline mengaku secara proaktif menutup pipa sepanjang 5.500 mil, yang membentang dari Gulf Coast ke New Jersey, setelah serangan ransomware di jaringan komputernya. Perusahaan mengatakan peretasan hanya memengaruhi teknologi informasinya, daripada sistem kontrol yang digunakan untuk menjalankan pipa.

    Presiden AS Joe Biden menyatakan pemerintahannya siap untuk mengambil langkah tambahan untuk menanggapi serangan keamanan siber di saluran pipa Colonial. Perusahaan, yang mengangkut lebih dari 100 juta galon bahan bakar setiap hari di Pantai Timur, menyatakan siap memulihkan layanan operasional secara substansial.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id