Jelang Pemilu, Donald Trump Perluas Pengeboran Eksplorasi Lepas Pantai

    Arif Wicaksono - 27 September 2020 16:13 WIB
     Jelang Pemilu, Donald Trump Perluas Pengeboran Eksplorasi Lepas Pantai
    Presiden AS Donald Trump. Foto ; AFP.
    Washington: Minggu ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperluas larangan pengeboran eksplorasi di lepas pantai North Carolina dan Virginia, perpanjangan terbaru dari moratorium pengeboran lepas pantai yang ada di Teluk Meksiko.

    Dikutip dari NPR, Minggu, 27 September 2020, memorandum yang ditandatangani Trump mencegah area ini untuk sewa guna tujuan eksplorasi, pengembangan, atau produksi selama periode 10 tahun yang dimulai pada 1 Juli 2022, dan berakhir pada 30 Juni 2032.

    Memo tersebut menjelaskan bahwa larangan sewa guna usaha tidak berlaku jika itu untuk tujuan konservasi lingkungan, termasuk tujuan perlindungan pantai, pemeliharaan serta restorasi pantai, restorasi lahan basah, dan perlindungan habitat.

    Ini berbeda dengan catatan Pemerintahan Donald Trump sebelumnya dalam mendukung produksi minyak dan gas dan membatalkan aturan tentang emisi gas rumah kaca.

    Trump mengumumkan langkah tersebut pada acara kampanye di Virginia. Tetapi bahkan ketika dia mengumumkan tindakan itu, Trump segera menunjukkan kesediaan untuk mengembalikan semuanya.

    Moratorium pengeboran yang diperluas dilakukan hanya dua minggu setelah Trump melarang pengeboran di lepas pantai Florida, serta di lepas pantai Georgia dan Carolina Selatan. Trump membandingkan dirinya dengan Presiden Teddy Roosevelt, yang memiliki hasrat seumur hidup terhadap alam.

    "Nomor satu sejak Teddy Roosevelt," kata Trump di Florida.

    Sikap anti-pengeboran baru Trump adalah penyimpangan dari kesediaannya untuk mengeksplorasi sumber energi domestik. Beberapa orang mempertanyakan kesungguhan langkah ini dengan pemilihan presiden.

    "Beberapa bulan lalu, Donald Trump berencana mengizinkan pengeboran minyak dan gas di lepas pantai Florida," kata calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden di Twitter awal bulan ini.

    "Sekarang, dengan 56 hari sebelum pemilihan, dia dengan mudah mengatakan bahwa dia berubah pikiran. Luar biasa," tegas Biden. 

    (SAW)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id