AS Dinilai Kesulitan Bergabung Kembali di Perdagangan TPP

    Angga Bratadharma - 12 Januari 2021 08:30 WIB
    AS Dinilai Kesulitan Bergabung Kembali di Perdagangan TPP
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Pemerintahan Joe Biden dinilai akan sulit untuk bergabung kembali dengan kesepakatan perdagangan Trans-Pacific Partnership (TPP) usai era liberalisasi perdagangan berakhir. TPP adalah kesepakatan perdagangan besar yang dinegosiasikan oleh mantan Presiden AS Barack Obama dan 11 negara lainnya, yang mengecualikan Tiongkok.

    Dalam format aslinya, kesepakatan TPP -yang ditandatangani pada 2016- akan menjadi perjanjian perdagangan terbesar di dunia, mencakup hampir 40 persen ekonomi global. Tetapi TPP dikritik secara luas di AS, dan tidak pernah lolos dari Kongres. Presiden Donald Trump akhirnya menarik AS keluar dari perjanjian perdagangan besar pada 2017.

    Dane Chamorro, seorang mitra di Control Risks, menilai ada kemungkinan untuk Biden bergabung kembali dengan kesepakatan perdagangan TPP. "Tapi Anda harus berpikir secara politis, di kedua sisi lorong, gagasan sekarang tentang lebih banyak liberalisasi perdagangan benar-benar tidak terlalu populer," tuturnya, dilansir dari CNBC International, Selasa, 12 Januari 2021.

    "Menurut saya era itu telah berlalu, pada tingkat multilateral. Saya pikir era itu telah berlalu dari Amerika Serikat untuk beberapa periode waktu. Saya pikir ini sangat sulit, jika Anda seorang anggota Kongres atau senator, terlepas dari partai mana Anda berasal, itu sangat sulit. Saya tidak berpikir itu akan menjadi prioritas utama," tambah Chamorro.

    Trump sebelumnya telah meminta manufaktur AS dibawa kembali yang merefleksikan penilaian yang berkembang di seluruh negeri bahwa kesepakatan perdagangan internasional telah merugikan Amerika Serikat. Sementara itu, setelah penarikan AS, 11 negara anggota yang tersisa menegosiasikan ulang dan mengubah nama kesepakatan pada 2018.

    Dari negosiasi ulang itu, Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik (CPTPP) -juga dikenal sebagai TPP 11- lahir. Mantan Senator Bob Corker mengatakan di Milken Institute Asia Summit bahwa TPP adalah kesempatan yang terlewatkan bagi AS untuk memberikan banyak tekanan pada Tiongkok.

    AS di bawah Trump sering menyoroti masalah dengan praktik bisnis Tiongkok, seperti subsidi untuk perusahaan milik negara dan kurangnya perlindungan kekayaan intelektual. Menurutnya jika Biden bisa membawa AS kembali dalam perdagangan itu maka bisa berdampak positif.

    "Ini akan menjadi langkah maju yang signifikan jika Pemerintahan Biden dapat menemukan cara untuk membangun kembali aliansi seperti TPP," kata Corker, Senator Partai Republik untuk Tennessee dari 2007 hingga 2019.

    November lalu, Tiongkok dan 14 negara Asia-Pasifik lainnya menandatangani perjanjian perdagangan terbesar di dunia yakni Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional. Para analis mengatakan langkah yang dilakukan Beijing akan semakin memperkuat pengaruh politik dan ekonomi Tiongkok di wilayah tersebut.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id