Dolar AS Melempem

    Antara - 01 April 2021 09:01 WIB
    Dolar AS Melempem
    Ilustrasi. FOTO: AFP/PAUL J RICHARDS



    New York: Nilai tukar dolar sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Namun mencapai level puncak satu tahun terhadap yen dan tertinggi multi-bulan terhadap mata uang lainnya karena investor berspekulasi bahwa stimulus fiskal dan vaksinasi agresif akan membantu Amerika Serikat memimpin pemulihan pandemi global.

    Mengutip Antara, Kamis, 1 April 2021, indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, melemah 0,1 persen menjadi 93,189. Tetapi indeks dolar membukukan kenaikan kuartalan terbesar sejak Juni 2018, melonjak 3,56 persen.






    Indeks naik hingga 93,439, tertinggi dalam hampir lima bulan. Indeks dolar telah naik dari mendekati 90 pada awal Maret, di jalur untuk bulan terbaiknya sejak Juli 2019. Greenback menahan kenaikannya menyusul data yang menunjukkan ekonomi AS menambahkan lebih dari 500 ribu pekerjaan sektor swasta pada Februari.

    Penggajian (payrolls) swasta AS meningkat 517 ribu pekerjaan bulan lalu. Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan pada Rabu sedikit lebih rendah dari perkiraan pasar. Data untuk Februari direvisi naik menjadi menunjukkan 176 ribu pekerjaan ditambahkan, bukan 117 ribu yang dilaporkan semula.

    "Meskipun ADP bukanlah ukuran yang dapat diandalkan tentang bagaimana penggajian nonpertanian dapat berjalan, hal itu menggambarkan gambaran pasar tenaga kerja yang membaik," kata Analis Pasar Senior Western Union Business Solutions Joe Manimbo, dalam catatan penelitian.

    Para ekonom Wall Street memperkirakan penggajian nonpertanian AS, yang akan dirilis pada Jumat, 2 April, pada 647 ribu pekerjaan. "Mengingat ekspektasi pasar yang tinggi untuk perekrutan Maret, terlihat naik 650 ribu, dolar bisa menjadi mangsa membeli saat rumor kabar baik dan menjual pada fakta," tambahnya.

    Dolar menetapkan puncak satu tahun di 110,97 yen dan terakhir naik 0,33 persen pada 110,71 yen. Untuk kuartal tersebut, dolar membukukan kinerja terbaiknya sejak Desember 2016.

    Euro, sementara itu, jatuh ke level terendah lima bulan terhadap dolar pada 1,1702 dolar, tetapi terakhir naik 0,12 persen pada 1,1730 dolar AS. Pada kuartal tersebut, euro berada di jalur untuk menunjukkan performa terlemahnya sejak September 2019.

    Dolar telah didukung secara keseluruhan oleh lonjakan imbal hasil obligasi AS, yang membuat mata uang lebih menarik sebagai investasi. Imbal hasil obligasi Pemerintah AS 10-tahun yang menjadi acuan, melonjak ke level tertinggi satu tahun di 1,776 persen pada Selasa, 30 Maret.

    "Dengan surat utang negara AS sangat tertekan kemarin, lingkungan jelas mendukung dolar AS, terutama karena Eropa terus berjuang dengan gelombang Covid ketiga," kata kepala pasar global ING, Chris Turner, dalam sebuah catatan kepada kliennya.

    Presiden AS Joe Biden mengumumkan rencana infrastruktur yang telah lama ditunggu-tunggu pada sore hari, menguraikan penggunaan kekuasaan pemerintah untuk membentuk kembali ekonomi terbesar di dunia dan melawan kenaikan Tiongkok dalam proposal senilai lebih dari USD2 triliun yang telah disambut dengan perlawanan politik yang cepat.

    Di pasar mata uang kripto, bitcoin sempat mencapai USD59 ribu mencoba menutup jarak ke rekor puncak di USD61.781,83 yang ditetapkan awal bulan ini. Bitcoin terakhir naik 0,27 persen menjadi USD58.986. Bitcoin melambung 103 persen selama tiga bulan pertama setelah diadopsi lebih luas oleh investor dan perusahaan.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id