Yellen Prediksi Tekanan Harga di AS Bakal Terus Naik

    Angga Bratadharma - 17 Juli 2021 13:33 WIB
    Yellen Prediksi Tekanan Harga di AS Bakal Terus Naik
    Menteri Keuangan AS Janet Yellen. FOTO: AFP Photo/Mandel Ngan



    Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen memperingatkan bahwa tekanan harga bisa terus naik untuk beberapa bulan mendatang. Hal itu diyakini berpeluang terjadi meski inflasi yang mengejutkan bergerak naik baru-baru ini bisa mereda seiring waktu.

    Yellen mengaku khawatir tentang masalah inflasi yang dapat ditimbulkan bagi keluarga berpenghasilan rendah yang ingin membeli rumah pada saat nilai real estat melonjak. "Kami akan mengalami beberapa bulan lagi inflasi yang cepat," kata Yellen, dilansir dari CNBC International, Sabtu, 17 Juli 2021.

     



    "Jadi saya tidak mengatakan bahwa ini adalah fenomena satu bulan. Tapi saya pikir dalam jangka menengah, kita akan melihat penurunan inflasi kembali ke level normal. Tapi, tentu saja, kita harus mengawasinya dengan hati-hati," tuturnya.

    Indeks harga konsumen, yang mengukur biaya untuk berbagai macam barang, meningkat 5,4 persen di Juni, laju tercepat dalam hampir 13 tahun. Tidak termasuk makanan dan energi, indeks naik 4,5 persen, percepatan tercepat dalam hampir 30 tahun. Harga yang diterima produsen barang dan jasa untuk produk mereka melonjak 7,3 persen, rekor data sejak 2010.

    Juga, harga perumahan di kota-kota terbesar di negara itu naik hampir 15 persen dalam pengukuran terbaru dari S&P CoreLogic Case-Shiller. Semua itu telah menambah kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat menghambat pemulihan ekonomi AS yang agresif, dengan eskalasi perumahan meningkatkan kekhawatiran gelembung.

    "Jadi saya tidak berpikir kita melihat jenis bahaya yang sama dalam hal ini seperti yang kita lihat menjelang krisis keuangan 2008. Ini fenomena yang sangat berbeda. Tapi saya khawatir tentang keterjangkauan dan tekanan bahwa harga rumah yang lebih tinggi akan tercipta untuk keluarga yang pertama kali membeli rumah atau memiliki pendapatan lebih sedikit," ucapnya.

    Meskipun survei konsumen menunjukkan ekspektasi inflasi yang lebih tinggi ke depan, Yellen mengaku terdorong oleh langkah-langkah berbasis pasar yang menunjukkan harga akan mendingin dalam jangka panjang. Kondisi semacam ini tentu harus diwaspadai agar tidak berdampak negatif.

    "Ukuran ekspektasi inflasi menurut saya masih terlihat cukup terkendali dalam jangka menengah. Ekspektasi itu sebenarnya adalah pendorong perilaku penetapan harga. Maka penting bagi kita untuk memantaunya dengan cermat. Tapi saya percaya pada dasarnya, Anda tahu, bahwa ini adalah sesuatu yang akan menetap," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id