comscore

AirAsia X Milik Taipan Tony Fernandes Berisiko Didepak dari Bursa Malaysia

Ade Hapsari Lestarini - 01 November 2021 13:19 WIB
AirAsia X Milik Taipan Tony Fernandes Berisiko Didepak dari Bursa Malaysia
AirAsia X. Foto: AFP.
Kuala Lumpur: AirAsia X, anak perusahaan penerbangan jarak jauh Grup AirAsia milik taipan Tony Fernandes, mungkin akan dihapus dari Bursa Malaysia. Hal ini kemungkinan terjadi setelah auditor eksternalnya meragukan kemampuan maskapai untuk melanjutkan kelangsungan usahanya.

Melansir Forbes, Senin, 1 November 2021, auditor Ernst & Young mengeluarkan disclaimer opinion pada akun AirAsia X dalam kurun 18 bulan yang berakhir pada 30 Juni 2021. Kondisi ini memicu statusnya sebagai perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan di bawah Catatan Praktik 17 (PN17) Bursa Malaysia, kata perusahaan itu pada Jumat dalam pengajuan ke bursa.
Agar bisa menghindari delisting, AirAsia X harus mengatur kondisi keuangannya dalam waktu 12 bulan. "Perusahaan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi status PN17-nya," kata AirAsia X.

Maskapai ini mengusulkan untuk merestrukturisasi kewajiban perusahaan sebesar 33,7 miliar ringgit (USD8 miliar), yang akan diajukan untuk disetujui oleh kreditur dalam pertemuan pengadilan pada 12 November. Pengajuan tersebut berupa ekuitas baru melalui penawaran hak dan penjualan saham sekunder.

Maskapai penerbangan adalah salah satu yang paling terpukul oleh pandemi covid-19 ketika negara-negara di seluruh dunia menutup perbatasan mereka untuk menahan virus.

Selain AirAsia X, beberapa maskapai di Asia Pasifik telah memulai rencana restrukturisasi utang yang diawasi pengadilan untuk bertahan dari kemerosotan perjalanan akibat pandemi, termasuk Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Thai Airways, dan Virgin Australia.

Ernst & Young mencatat kewajiban lancar AirAsia X melebihi aset lancar lebih dari 34 miliar ringgit. Maskapai yang juga mencatat defisit pemegang saham sebesar 33,6 miliar ringgit ini telah memicu default untuk berbagai kontrak.

"Peristiwa atau kondisi ini menunjukkan adanya ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan pada kemampuan grup untuk melanjutkan kelangsungan usahanya," kata Ernst & Young.

AirAsia X telah bernegosiasi dengan kreditur untuk merestrukturisasi utangnya di tengah meningkatnya kerugian, yang telah mencapai hampir 34 miliar ringgit pada periode keuangan yang berakhir 30 Juni. AirAsia juga telah membahas pengembalian beberapa pesawatnya kepada lessor sebagai bagian dari latihan perampingan armada yang bertujuan dalam memfokuskan operasi pada rute yang matang dan menghentikan penerbangan ke tujuan yang tidak menguntungkan.

Maskapai ini adalah salah satu dari beberapa afiliasi maskapai penerbangan hemat Malaysia, AirAsia Group di wilayah tersebut. Grup, yang juga mencakup maskapai di Thailand dan Indonesia, telah beralih ke bisnis digital karena pembatasan perjalanan covid-19 menyeret lalu lintas penumpang dan kargo lebih rendah.

Fernandes dan mitra bisnisnya, Kamarudin Meranun, mengambil alih AirAsia pada 2001 untuk membangun maskapai berbiaya rendah yang akan membuat perjalanan udara terjangkau. Fernandes -yang keluar dari peringkat 50 Orang Terkaya Malaysia tahun ini- juga memiliki minat di bidang perhotelan, asuransi, dan pendidikan.

(AHL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id