comscore

Yellen Tuding Konflik Rusia-Ukraina Tingkatkan Kerawanan Pangan Global

Antara - 20 April 2022 09:08 WIB
Yellen Tuding Konflik Rusia-Ukraina Tingkatkan Kerawanan Pangan Global
Menteri Keuangan AS Janet Yellen. FOTO: AFP Photo/Mandel Ngan
Washington: Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Janet Yellen menuduh perang Rusia di Ukraina harus disalahkan karena memperburuk kerawanan pangan dunia yang sudah mengerikan. Adapun guncangan harga dan pasokan menambah tekanan inflasi global.

"Bahkan sebelum perang, lebih dari 800 juta orang -atau 10 persen dari populasi global- menderita kerawanan pangan kronis," kata Yellen, dilansir dari Antara, Rabu, 20 April 2022.
Menurutnya perkiraan menunjukkan harga pangan yang lebih tinggi saja dapat mendorong setidaknya 10 juta lebih banyak orang jatuh ke dalam kemiskinan. Yellen mengatakan kepada panel tingkat tinggi, negara-negara harus menghindari larangan ekspor yang dapat lebih meningkatkan harga-harga, sambil meningkatkan dukungan untuk populasi rentan dan petani kecil.

"Saya ingin memperjelas, tindakan Rusia bertanggung jawab untuk ini," tuding Yellen.


Ia menambahkan, Amerika Serikat sedang bekerja mendesak bersama mitra dan sekutu untuk membantu mengurangi dampak perang sembrono Rusia pada yang paling rentan di dunia. Rusia menyebut invasi 24 Februari sebagai operasi militer khusus untuk mendenazifikasi Ukraina.

Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner, berbicara atas nama negara-negara maju Kelompok Tujuh (G7), mengatakan tindakan yang ditargetkan dan terkoordinasi diperlukan, tetapi meminta semua negara menjaga pasar pertanian tetap terbuka, tidak menimbun, tidak menahan stok, dan tidak memaksakan pembatasan ekspor yang tidak dapat dibenarkan pada produk atau nutrisi pertanian.

Dia mengatakan G7, yang saat ini dipimpin oleh Jerman, telah berkomitmen untuk bekerja dengan lembaga keuangan internasional dan organisasi pemerintah yang berpikiran sama untuk bertindak dengan cara yang gesit.

Departemen Keuangan mengatakan para peserta sepakat untuk mengerjakan rencana aksi untuk membingkai masalah, menguraikan prinsip-prinsip bersama untuk tanggapan terkoordinasi dan memetakan tindakan jangka pendek dan jangka panjang.

Yellen menggarisbawahi komitmen Washington untuk mengesahkan bantuan kemanusiaan yang penting dan memastikan ketersediaan pangan dan komoditas pertanian untuk memberi manfaat bagi orang-orang di seluruh dunia, bahkan ketika Washington terus meningkatkan sanksi dan tindakan ekonomi lainnya terhadap Rusia.

Meningkatkan bantuan pangan

Presiden Bank Dunia David Malpass kemudian mengatakan dalam acara terpisah bahwa negara-negara maju harus meningkatkan bantuan pangan ke negara-negara berkembang, dan bekerja untuk meningkatkan produksi pangan, energi dan pupuk.

Dia mengatakan pembayaran tunai atau voucher akan menjadi cara yang baik untuk membantu petani di negara-negara miskin membeli pupuk untuk memastikan produksi pangan yang berkelanjutan.

Ketua IMF Kristalina Georgieva mengatakan krisis ketahanan pangan menambah tekanan lebih lanjut pada 60 persen negara berpenghasilan rendah pada atau mendekati kesulitan utang, dan mendesak Tiongkok dan kreditur sektor swasta untuk segera meningkatkan partisipasi mereka dalam kerangka kerja umum G20 untuk penanganan utang.

"Kami tahu kelaparan adalah masalah terbesar yang bisa dipecahkan di dunia. Dan krisis yang membayangi adalah waktu untuk bertindak tegas," pungkasnya.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id