Wall Street Meroket, Ini Pemicunya

    Ade Hapsari Lestarini - 30 April 2021 06:16 WIB
    Wall Street Meroket, Ini Pemicunya
    Ilustrasi kegiatan di Wall Street. Foto: AFP/Timothy.



    New York: Saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, ditutup lebih tinggi pada Kamis waktu setempat. Penguatan ini didukung oleh laporan pendapatan dan data ekonomi yang optimistis.

    Melansir Xinhua, Jumat, 30 April 2021, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 239,98 poin atau 0,71 persen menjadi 34.060,36. Sementara indeks S&P 500 naik 28,29 poin, atau 0,68 persen menjadi 4.211,47. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 31,52 poin atau 0,22 persen, menjadi 14.082,55.






    Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau. Sektor layanan komunikasi naik 2,75 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor perawatan kesehatan dan teknologi, masih tertekan.

    Di sisi korporat, saham Facebook melonjak 7,3 persen setelah raksasa media sosial AS itu melaporkan lonjakan kuartal.

    Saham Apple ditutup sedikit lebih rendah pada Kamis. Pembuat iPhone itu mengumumkan hasil keuangan untuk fiskal kuartal kedua 2021 dengan rekor pendapatan kuartal Maret sebesar USD89,6 miliar, naik 54 persen dari tahun ke tahun.

    Sementara itu, perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah. Sembilan dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks China 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Di sisi lain, Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi AS tumbuh pada tingkat tahunan 6,4 persen pada kuartal pertama 2021.

    "Peningkatan PDB kuartal pertama (produk domestik bruto) mencerminkan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan, pembukaan kembali perusahaan, dan tanggapan pemerintah yang berkelanjutan terkait dengan pandemi covid-19," kata Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS.

    Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 553 ribu dalam pekan yang berakhir 24 April, turun 13 ribu dari level revisi pekan sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dari estimasi 528 ribu yang dikeluarkan oleh Dow Jones.

    Sebelumnya Federal Reserve AS pada Rabu mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada level rekor terendah mendekati nol. The Fed juga mengakui bahwa inflasi AS telah meningkat, tetapi hal ini sebagian besar mencerminkan faktor peralihan.

    Ketua The Fed Jerome Powell, dalam Konferensi Pers mengatakan bahwa pemulihan ekonomi terjadi lebih cepat dari yang diharapkan, tetapi mengakui ketidakseimbangan. Dia mengatakan bahwa ini belum waktunya untuk berbicara tentang pengurangan program pembelian aset Fed, karena akan membutuhkan waktu sebelum melihat kemajuan substansial lebih lanjut.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id