Dolar Melonjak saat Harapan Vaksin dan Stimulus Meredup

    Antara - 14 Oktober 2020 09:02 WIB
    Dolar Melonjak saat Harapan Vaksin dan Stimulus Meredup
    Ilustrasi. FOTO: AFP/MOHD RASFAN
    New York: Kurs dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu WIB). Hal itu terjadi ketika investor berhati-hati setelah penelitian covid-19 dari Johnson & Johnson (J&J) dihentikan sementara, serta harapan meredup bahwa paket stimulus fiskal AS dapat dicapai sebelum pemilihan presiden.

    Mengutip Antara, Rabu, 14 Oktober 2020, indeks-indeks ekuitas utama lebih rendah, sebagian karena penurunan saham J&J setelah perusahaan menghentikan penelitiannya karena penyakit yang tidak dapat dijelaskan pada partisipan, mengurangi optimisme tentang vaksin.

    Harga konsumen AS naik 0,2 persen pada September, sesuai dengan ekspektasi, merupakan kenaikan bulanan keempat berturut-turut, meskipun laju tersebut telah melambat di tengah kelesuan cukup besar dalam ekonomi karena pemulihan perlahan dari titik nadir yang disebabkan oleh penutupan virus korona.

    Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,528 persen, menempatkannya di jalur untuk persentase kenaikan harian terbesar dalam tiga minggu.

    Daya tarik safe haven mata uang AS telah dibatasi dengan meningkatnya ekspektasi bahwa kemenangan mantan Wakil Presiden AS Joe Biden pada 3 November akan membawa stimulus besar bagi ekonomi yang dilanda pandemi. Sehingga memperkuat pasar saham dan selera risiko investor.

    "Ini menjadi semakin jelas bagi orang-orang bahwa tidak ada stimulus sebelum pemilihan. Saya tidak akan mengatakan pasar sepenuhnya mempertimbangkan stimulus atau sepenuhnya mempertimbangkan vaksin pada akhir tahun, tetapi mereka mungkin condong ke sisi yang lebih positif dari ekspektasi tersebut," kata Erik Nelson, ahli strategi mata uang di Wells Fargo.

    Greenback telah bertahan dalam kisaran sekitar dua persen selama tiga minggu terakhir karena pembicaraan tentang kesepakatan fiskal telah berkembang secara tidak teratur.

    Pemimpin Mayoritas Mitch McConnell mengatakan Senat AS yang dipimpin Partai Republik akan memberikan suara pada RUU bantuan ekonomi virus corona yang diperkecil dari jenis yang telah ditolak oleh Partai Demokrat saat mereka meminta bantuan triliunan.

    Euro melemah 0,59 persen menjadi 1,1745 dolar, sementara yen Jepang melemah 0,17 persen terhadap greenback.

    Sterling diperdagangkan terakhir pada 1,2938 dolar, turun 0,96 persen, setelah naik di atas 1,30 dolar untuk pertama kalinya dalam sebulan pada Jumat ketika tingkat pengangguran Inggris naik lebih tinggi dari yang diperkirakan menjadi 4,5 persen dalam tiga bulan hingga Agustus.
     

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id