India Usul Pelarangan E-Commerce Lakukan Flash Sale

    Arif Wicaksono - 22 Juni 2021 12:39 WIB
    India Usul Pelarangan <i>E-Commerce</i> Lakukan <i>Flash Sale</i>
    India. Foto ; AFP.



    New Delhi: India mengusulkan pelarangan penjualan kilat atau flash sale di situs web e-commerce. Entitas yang terafiliasi dengan e-commerce tidak boleh terdaftar sebagai penjual di platform mereka.

    Aturan Kementerian Urusan Konsumen India, yang dirilis dalam pernyataan pemerintah, muncul di tengah keluhan oleh pengecer bahwa pemain e-commerce asing melewati undang-undang India dengan menggunakan struktur bisnis yang kompleks.

     



    Amazon dan Flipkart mengatakan mereka mematuhi semua hukum India. Amazon mengatakan bahwa mereka sedang meninjau rancangan aturan dan tidak berkomentar, sementara Flipkart Walmart tidak menanggapi permintaan komentar, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 22 Juni 2021.

    Di bawah proposal yang lebih ketat, perusahaan e-commerce tidak boleh mengadakan flash sale di India. Penjual offline mengaku bahwa mereka tidak dapat bersaing dengan diskon besar-besaran secara online yang dilakukan saat flash sale.

    Perusahaan e-commerce juga harus memastikan bahwa tidak ada pihak terkait dan perusahaan terkait mereka yang terdaftar sebagai penjual di situs belanja mereka, dan tidak ada entitas terkait yang boleh menjual barang ke penjual online yang beroperasi di platform yang sama.

    Perubahan tersebut dapat berdampak pada struktur bisnis yang digunakan oleh Flipkart dan Amazon di pasar e-commerce India yang berkembang pesat. Investigasi Reuters menunjukkan Amazon telah memberikan perlakuan istimewa kepada sekelompok kecil penjual selama bertahun-tahun. Amazon memegang saham tidak langsung di dua penjual teratas di situs webnya, tetapi mengaku tidak memberikan perlakuan istimewa apa pun.

    Pelaku e-commerce asing tidak boleh melakukan penjualan langsung ke konsumen, dan hanya bisa mengoperasikan marketplace untuk penjual.

    Amazon dan Flipkart juga diatur di bawah aturan investasi asing India untuk e-commerce, dan tidak jelas apakah aturan kementerian konsumen yang diusulkan akan menggantikan mereka atau tidak.

    "Proposal, yang berlaku untuk pemain India dan asing, terbuka untuk konsultasi publik hingga 6 Juli," kata pernyataan pemerintah India.

    Aturan tersebut juga meminta perusahaan untuk membuat saran produk alternatif sebelum pelanggan melakukan pembelian untuk memastikan kesempatan yang adil untuk barang-barang domestik.

    "Proposal ini pada dasarnya mengubah cara e-commerce terstruktur. Ini jauh melampaui aturan konsumen - ini pada dasarnya seperti kebijakan industri e-commerce," kata seorang eksekutif e-commerce.

    Amazon dan Flipkart secara terpisah terkunci dalam pertempuran pengadilan dengan pengawas antimonopoli federal untuk menghentikan penyelidikan terhadap praktik bisnis mereka.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id