Bursa Saham Inggris Lanjutkan Penguatan

    Antara - 27 Juni 2020 09:13 WIB
    Bursa Saham Inggris Lanjutkan Penguatan
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    London: Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Kondisi itu meneruskan penguatan sehari sebelumnya dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terangkat 0,20 persen atau 12,16 poin, menjadi 6.159,30 poin.

    Mengutip Antara, Sabtu, 27 Juni 2020, Indeks FTSE 100 naik 0,38 persen atau 23,45 poin menjadi 6.147,14 poin pada Kamis, bangkit dari penurunan tajam 3,11 persen atau 196,43 poin menjadi 6.123,69 poin pada Rabu, setelah naik 1,21 persen atau 75,50 poin menjadi 6.320,12 poin pada Selasa.

    Smiths Group, perusahaan teknologi multinasional Inggris yang terdiversifikasi, naik 3,92 persen, menjadi peraih keuntungan teratas dari saham-saham unggulan. Diikuti oleh saham kelompok perusahaan kemasan kertas terkemuka Eropa Smurfit Kappa Group yang naik 2,81 persen, serta perusahaan jaringan perhotelan dan restoran Inggris Whitbread naik 2,57 persen.

    Sementara itu, Berkeley Group Holdings, pengembang properti Inggris, merupakan pemain berkinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya jatuh 3,77 persen.

    Disusul oleh saham kelompok perusahaan teknik multinasional berbasis di Inggris, Rolls-Royce Holdings, yang terpangkas 3,52 persen, serta perusahaan induk telekomunikasi multinasional Inggris BT Group turun 2,59 persen.

    Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat turun tajam pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Pelemahan terjadi karena investor menjadi gelisah dengan lonjakan kasus virus korona di seluruh negara bagian AS, di tengah pelonggaran pembatasan.

    Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 730,05 poin atau 2,84 persen menjadi 25.015,55. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 74,71 poin atau 2,42 persen menjadi 3.009,05. Indeks Komposit Nasdaq turun 259,78 poin atau 2,59 persen menjadi 9.757,22.

    Semua 11 sektor utama S&P 500 melemah dengan sektor layanan komunikasi dan keuangan masing-masing turun 4,49 persen dan 4,33 persen. Saham keuangan merosot secara luas setelah rilis hasil stress-test bank terbaru oleh Federal Reserve.

    Federal Reserve Board AS memilih untuk mewajibkan bank-bank besar untuk mempertahankan modal dengan menangguhkan pembelian kembali saham dan membatasi pembayaran dividen pada kuartal ketiga tahun ini setelah putaran terakhir stress test.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id