Bank Sentral Malaysia Pangkas Suku Bunga Jadi 2%

    Ade Hapsari Lestarini - 06 Mei 2020 18:07 WIB
    Bank Sentral Malaysia Pangkas Suku Bunga Jadi 2%
    Mata uang ringgit Malaysia. Foto: Malaysia Online.
    Kuala Lumpur: Bank sentral Malaysia, Bank Negara, memangkas suku bunga Overnight Policy Rate (OPR) sebesar 50 basis poin menjadi 2,00 persen. Ini dilakukan sebagai upaya mendukung ekonomi untuk mengurangi dampak covid-19.

    Melansir Xinhua, Rabu, 6 Mei 2020, keputusan Komite Kebijakan Moneter (MPC), OPR telah berkurang sebanyak 100 basis poin. Kondisi ini melengkapi langkah-langkah moneter dan keuangan lainnya serta langkah-langkah fiskal tahun ini yang dikeluarkan oleh Bank Negara Malaysia.

    "Bersama-sama, langkah-langkah ini akan meredam dampak ekonomi pada bisnis dan rumah tangga dan mendukung peningkatan kegiatan ekonomi," demikian pernyataan dari Bank Negara Malaysia.

    Selain itu MPC akan terus memantau prospek pertumbuhan domestik dan inflasi. Bank juga akan menggunakan pengungkit kebijakan yang sesuai untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk memulihkan ekonomi berkelanjutan.

    "Ini adalah pemotongan suku bunga ketiga bank sentral tahun ini. Pada Januari tingkat OPR dipotong sebesar 25 basis poin menjadi 2,75 persen dan selanjutnya 25 basis poin menjadi 2,5 persen pada Maret," tambah pernyataan itu.

    Selain itu bank juga akan memanfaatkan kebijakannya yang sesuai untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan untuk pemulihan ekonomi yang berkelanjutan.

    Bank sentral mengatakan kondisi ekonomi global telah melemah secara signifikan. Pandemi covid-19 telah mengganggu aktivitas ekonomi di sebagian besar negara. Indikator terbaru menunjukkan bahwa ekonomi global sudah berkontraksi, dengan pertumbuhan global diproyeksikan negatif untuk tahun ini.

    "Kondisi keuangan juga semakin ketat di tengah meningkatnya penghindaran risiko dan ketidakpastian. Stimulus kebijakan substansial yang diperkenalkan oleh banyak negara, ditambah dengan pelonggaran langkah-langkah penahanan secara global, akan memitigasi dampak ekonomi covid-19 secara parsial. Prospek pertumbuhan akan meningkat pada 2021," jelasnya.

    Untuk Malaysia, kondisi ekonomi domestik juga dipengaruhi oleh pandemi. Langkah-langkah penahanan yang tersebar luas secara global, penutupan perbatasan internasional dan lingkungan permintaan eksternal yang lemah akan memberikan hambatan yang lebih besar bagi ekonomi domestik.

    "Perintah Pengendalian Gerakan, walaupun diperlukan untuk menahan penyebaran virus, juga membatasi kapasitas produksi dan pengeluaran. Kondisi pasar tenaga kerja juga diperkirakan akan melemah secara signifikan. Kondisi ekonomi akan sangat menantang di paruh pertama tahun ini. Langkah-langkah stimulus, di samping langkah-langkah moneter dan keuangan, akan mendukung ekonomi," tuturnya.

    Adapun dengan lebih banyak bisnis diizinkan beroperasi di bawah Perintah Pengendalian Gerakan Bersyarat yang dilakukan minggu ini, bank sentral mengatakan kegiatan ekonomi diproyeksikan akan meningkat secara bertahap.

    Prospek untuk pertumbuhan ekonomi terus mengalami ketidakpastian yang tinggi, khususnya sehubungan dengan perkembangan seputar pandemi.

    Bank sentral mengatakan tekanan inflasi diperkirakan akan diredam pada 2020, dengan rata-rata inflasi utama cenderung negatif, terutama karena proyeksi untuk harga minyak global yang jauh lebih rendah.

    Namun demikian, prospek pertumbuhan ekonomi tetap dipengaruhi secara signifikan oleh harga minyak dan komoditas global, serta kondisi permintaan yang terus berubah. Inflasi yang mendasarinya diperkirakan akan melemah mengingat proyeksi prospek pertumbuhan domestik lebih lemah dan kondisi pasar tenaga kerja.

    "Sektor keuangan sehat, dengan lembaga keuangan beroperasi dengan modal kuat dan penyangga likuiditas. Likuiditas tetap cukup, ditambah dengan suntikan likuiditas oleh Bank Negara Malaysia," katanya.

    Sejak Maret 2020, bank sentral telah menyediakan likuiditas tambahan ke pasar keuangan domestik, melalui berbagai alat kebijakan, termasuk pembelian sekuritas pemerintah secara langsung, reverse repo dan pengurangan dalam Persyaratan Giro Wajib Minimum.

    "Bank Negara Malaysia siap memberikan likuiditas di pasar antar bank untuk memastikan kondisi pasar yang tertib, kondusif untuk mendukung kegiatan intermediasi keuangan," tambahnya.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id