comscore

Biden: Tiongkok dan Ekonomi Utama Harus Tingkatkan Upaya Memerangi Perubahan Iklim

Angga Bratadharma - 21 Juni 2022 12:04 WIB
Biden: Tiongkok dan Ekonomi Utama Harus Tingkatkan Upaya Memerangi Perubahan Iklim
Presiden Amerika Serikat Joe Biden. FOTO: AFP
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meminta Tiongkok dan ekonomi utama lainnya untuk menggandakan upaya mereka memerangi perubahan iklim dan meningkatkan keamanan energi. Biden juga memperingatkan invasi Rusia ke Ukraina telah mempertajam perlunya tindakan segera.

Pada pertemuan virtual ketiga Forum Ekonomi Utama (MEF) di bawah kepresidenannya, Biden mendesak negara-negara mempercepat langkah-langkah untuk mengurangi emisi metana, mengadopsi target ambisius untuk kendaraan tanpa emisi, dan bekerja untuk membersihkan pengiriman global.
Dia juga meminta negara-negara untuk menghabiskan USD90 miliar secara kolektif guna mempercepat komersialisasi teknologi bersih, dan demi mengembangkan pupuk baru yang mengurangi emisi pertanian dan meningkatkan ketahanan pangan.

"Serangan brutal dan tidak beralasan Rusia terhadap Ukraina telah memicu krisis energi global dan mempertajam kebutuhan untuk mencapai keamanan dan stabilitas energi jangka panjang yang andal," kata Biden kepada para pemimpin di forum virtual, dilansir dari The Business Times, Selasa, 21 Juni 2022.

Biden mengatakan sangat penting bekerja sama untuk mengurangi dampak dari perang, yang telah menaikkan harga makanan dan energi di seluruh dunia. Pertemuan itu adalah pertemuan terbesar para pemimpin dunia tentang perubahan iklim sebelum konferensi iklim global yang dikenal sebagai COP27, yang akan diadakan pada November di Sharm el-Sheikh, Mesir.

Gedung Putih mengatakan Biden dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi akan mengumumkan dalam konferensi itu upaya bersama untuk membangun ketahanan iklim di Afrika. Negara-negara yang membentuk MEF menyumbang sekitar 80 persen dari produksi ekonomi global dan emisi gas rumah kaca global.

Bergabung dalam inisiatif Biden

Beberapa negara diharapkan bergabung dalam inisiatif Biden, sementara negara lain akan mengumumkan target emisi 2030 yang baru, kata Gedung Putih, tetapi tidak menyebutkan namanya.

Adapun invasi Rusia ke Ukraina dan upaya negara-negara Barat untuk mengisolasi Moskow dengan sanksi telah mendorong harga energi naik tajam. Kemudian memperlihatkan ketergantungan besar Eropa pada Rusia untuk sekitar 40 persen gas alam yang digunakan untuk memanaskan rumah dan menghasilkan listrik.

Terakhir, Biden mencatat adanya dampak perang di Ukraina pada sistem pangan global, dan menetapkan tujuan untuk mengumpulkan USD100 juta dalam pendanaan baru guna pengembangan pupuk alternatif tepat pada waktunya untuk COP27.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id