Survei Fed: Ekonomi AS Lanjutkan Penguatan di Tengah Tekanan Harga

    Angga Bratadharma - 15 Juli 2021 09:42 WIB
    Survei Fed: Ekonomi AS Lanjutkan Penguatan di Tengah Tekanan Harga
    Gedung Federal Reserve. FOTO: Ting Shen/Xinhua



    Washington: Survei Federal Reserve yang dirilis mengungkapkan ekonomi Amerika Serikat (AS) terus menguat selama dua bulan terakhir di tengah kendala pasokan dan tekanan harga. Sejauh ini Pemerintahan Joe Biden terus mengakselerasi pemulihan ekonomi usai terhantam keras pandemi covid-19.

    "Ekonomi AS menguat lebih lanjut dari akhir Mei hingga awal Juli, menunjukkan pertumbuhan moderat hingga kuat. Sektor-sektor yang melaporkan pertumbuhan di atas rata-rata termasuk transportasi, perjalanan dan pariwisata, manufaktur, dan jasa nonkeuangan," kata Fed dalam survei terbarunya tentang kondisi ekonomi, dilansir dari Xinhua, Kamis, 15 Juli 2021.

     



    "Gangguan sisi pasokan menjadi lebih luas, termasuk kekurangan bahan dan tenaga kerja, keterlambatan pengiriman, dan rendahnya persediaan banyak barang konsumen," kata The Fed, dalam survei yang disebut sebagai Beige Book, berdasarkan informasi yang dikumpulkan dari 12 bank regionalnya.

    The Fed menambahkan banyak kontak bisnis menyatakan ketidakpastian atau pesimisme atas pelonggaran kendala pasokan. Survei juga menunjukkan bahwa harga meningkat pada kecepatan di atas rata-rata di seluruh negeri, karena tujuh distrik Fed melaporkan pertumbuhan harga yang kuat dan sisanya melihat kenaikan moderat.

    "Tekanan harga berbasis luas dan tumbuh lebih akut di sektor perhotelan, karena pembukaan kembali hotel dan restoran menghadapi keterbatasan pasokan bahan dan pekerja," kata survei tersebut.

    Sementara beberapa kontak bisnis merasa bahwa tekanan harga bersifat sementara, mayoritas mengharapkan "kenaikan lebih lanjut dalam biaya input dan harga jual dalam beberapa bulan mendatang.

    Rilis survei datang setelah Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada hari sebelumnya bahwa inflasi AS telah meningkat secara signifikan dan kemungkinan akan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang sebelum mengalami moderasi.

    "Permintaan yang kuat di sektor-sektor di mana kemacetan produksi atau kendala pasokan lainnya telah membatasi produksi telah menyebabkan kenaikan harga yang sangat cepat untuk beberapa barang dan jasa, yang sebagian akan berbalik karena efek dari hambatan tersebut mereda," kata Powell.

    "Harga untuk layanan yang terpukul keras oleh pandemi juga melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena permintaan untuk layanan ini melonjak dengan dibukanya kembali ekonomi," katanya.

    Powell juga mencatat bahwa ekonomi AS masih jauh dari kemajuan yang ingin dilihat The Fed sebelum mengurangi pembelian aset oleh bank sentral. Adapun Fed telah berjanji untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah mendekati nol, sambil melanjutkan program pembelian asetnya setidaknya pada kecepatan saat ini.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id