Di Tengah Wabah Covid-19

    Ekonomi Global Diramal Minus 1,5% di 2020

    Angga Bratadharma - 25 Maret 2020 13:03 WIB
    Ekonomi Global Diramal Minus 1,5% di 2020
    Ilustrasi. FOTO: RBS
    Washington: Institute of International Finance (IIF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi global minus 1,5 persen pada 2020 di tengah wabah covid-19 yang masih berlangsung. Sebelumya, IIF meyakini ekonomi global bakal tumbuh 0,4 persen di sepanjang tahun.

    IIF menyatakan bahwa pihaknya telah memangkas perkiraan pertumbuhan global dari 2,6 persen menjadi 0,4 persen dalam dua minggu terakhir. Akan tetapi, adanya pandemi covid-19, perang harga minyak, dan meningkatnya tekanan kredit di pasar negara maju dan berkembang telah mengubah gambaran proyeksi pertumbuhan ekonomi global secara mendasar.

    "Perkiraan pertumbuhan global kami berada pada minus 1,5 persen, dengan kontraksi 3,3 persen di seluruh pasar negara maju dan pertumbuhan hanya 1,1 persen di pasar negara berkembang," kata IIF, yang berbasis di Washington DC dan merupakan asosiasi global industri keuangan dengan lebih dari 450 anggota dari lebih dari 70 negara dan wilayah.

    Lebih lanjut, IIF tidak menampik ada ketidakpastian besar tentang dampak covid-19 terhadap perekonomian dunia. Laporan itu juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan kawasan euro sudah dalam resesi, dengan pertumbuhan ekonomi mulai negatif pada kuartal pertama dan kontraksi besar bakal terjadi pada kuartal kedua.

    "Sampai sekarang tidak jelas berapa lama shutdown de facto di banyak negara harus bertahan untuk menahan virus. Dan mengingat kerasnya guncangan itu, juga tidak jelas apakah aktivitas konsumen dan investasi rebound dengan cepat begitu usai karantina dicabut," kata laporan itu, seperti dikutip dari Xinhua, Rabu, 25 Maret 2020.

    Di sisi lain, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional atau International Monetary FUnd (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan bahwa pemberi pinjaman multilateral itu memperkirakan prospek pertumbuhan global untuk 2020 menjadi negatif.
     
    Dia menyebut resesi setidaknya sama buruknya dengan krisis keuangan global atau lebih buruk. Ketua IMF membuat pernyataan saat konferensi jarak jauh dengan menteri keuangan dan gubernur bank sentral Kelompok G20 tentang pandemi covid-19.
     
    Namun demikian dia mencatat bahwa pihaknya memperkirakan pemulihan ekonomi akan terjadi pada 2021. Demikian menurut pernyataan IMF yang dirilis setelah konferensi tersebut, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 24 Maret 2020.

    "Untuk sampai di sana, sangat penting untuk memprioritaskan penahanan dan memperkuat sistem kesehatan -di mana-mana. Dampak ekonomi akan parah, tetapi semakin cepat virus berhenti, semakin cepat dan kuat pemulihan akan terjadi," pungkas Georgieva.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id