Fed Tahan Suku Bunga Acuan

    Antara - 11 Juni 2020 07:31 WIB
    Fed Tahan Suku Bunga Acuan
    Ilustrasi. FOTO: AFP PHOTO/MANDEL NGAN
    Washington: Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga acuannya pada level rekor terendah mendekati nol persen di tengah meningkatnya dampak dari resesi yang diinduksi covid-19. Selain itu, the Fed memproyeksikan suku bunga acuan tetap pada level saat ini hingga setidaknya 2022.

    Badan pembuat kebijakan the Fed, Komite Pasar Terbuka Federal (FMOC) mengatakan dalam sebuah pernyataan, krisis kesehatan publik yang sedang berlangsung akan sangat membebani aktivitas ekonomi, lapangan kerja, dan inflasi dalam waktu dekat, dan menimbulkan risiko yang cukup besar terhadap prospek ekonomi dalam jangka menengah.

    "Mengingat perkembangan ini, komite memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 0,00 hingga 0,25 persen," kata pernyataan itu, setelah mengakhiri pertemuan dua hari, seperti dilansir dari Antara, Kamis, 11 Juni 2020.

    "Virus dan langkah-langkah tegas yang diambil untuk mengendalikan penyebarannya telah menyebabkan penurunan tajam dalam kegiatan ekonomi dan lonjakan kehilangan pekerjaan," kata Ketua Federal Reserve Jerome Powell dalam konferensi pers virtual.

    "Indikator pengeluaran dan produksi anjlok pada April, dan penurunan PDB riil pada kuartal saat ini cenderung menjadi yang paling parah dalam catatan," kata Powell.

    Bahkan setelah laporan ketenagakerjaan Mei yang tak terduga, hampir 20 juta pekerjaan telah hilang sejak Februari. Powell menambahkan bahwa peningkatan pengangguran telah sangat parah bagi pekerja berupah rendah, untuk wanita, dan untuk Afrika Amerika dan Hispanik.

    Powell mengatakan indikator-indikator dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan stabilisasi atau bahkan rebound moderat di beberapa segmen ekonomi, seperti barang dagangan ritel dan penjualan kendaraan bermotor, serta pengangguran turun karena beberapa pekerja kembali ke pekerjaan mereka dari PHK sementara.

    Pertemuan kebijakan bank sentral mengikuti pengumuman Biro Riset Ekonomi Nasional (NBER) bahwa ekonomi AS secara resmi memasuki resesi pada Februari, mengakhiri ekspansi terpanjang dalam sejarah AS. Dalam pernyataan terpisah, Fed memproyeksikan ekonomi AS akan menyusut 6,5 persen pada 2020, diikuti oleh kenaikan 5,0 persen tahun depan.

    Powell mengatakan kepada wartawan bahwa proyeksi ekonomi dibuat dengan ekspektasi umum bahwa pemulihan ekonomi akan dimulai pada paruh kedua tahun ini dan berlangsung selama beberapa tahun ke depan.

    Dia juga menyuarakan keprihatinannya bahwa jutaan orang Amerika bisa menganggur secara permanen dari krisis ini. Menurut proyeksi ekonomi Fed, tingkat pengangguran bisa turun menjadi 9,3 persen pada akhir tahun ini.

    The Fed juga memproyeksikan suku bunga akan tetap mendekati nol hingga setidaknya 2022, karena pembuat kebijakan berusaha untuk mendukung pemulihan ekonomi dari resesi yang diinduksi covid-19.

    "Tingkat penurunan dan laju pemulihan tetap sangat tidak pasti dan akan sangat tergantung pada keberhasilan kita dalam mengendalikan virus. Pemulihan penuh tidak mungkin terjadi sampai orang yakin bahwa itu aman untuk terlibat kembali dalam berbagai kegiatan," kata Powell.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id