Pembatasan Covid-19 Dilonggarkan, Harga Minyak Dunia Bervariasi

    Antara - 24 Februari 2021 08:03 WIB
    Pembatasan Covid-19 Dilonggarkan, Harga Minyak Dunia Bervariasi
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    New York: Harga minyak bervariasi di dekat level tertinggi sepanjang tahun pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi di tengah tanda-tanda bahwa pembatasan virus korona global sedang dilonggarkan dan pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) terus berlangsung.

    Mengutip Antara, Rabu, 24 Februari 2021, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman April turun tipis tiga sen menjadi USD61,67 per barel, masih mendekati level tertinggi sejak Januari 2020. Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup naik 13 sen atau 0,2 persen menjadi USD65,37 per barel.






    Kedua kontrak tersebut sempat naik lebih dari USD1 sebelum mundur kembali. Reaksi pasar ini menyusul kenaikan tajam sehari sebelumnya atau pada Senin, 22 Februari, yang melihat WTI dan Brent melonjak masing-masing 3,8 persen dan 3,7 persen.

    Para produsen dan penyuling minyak serpih di Amerika Serikat bagian selatan perlahan-lahan melanjutkan produksi setelah dua juta barel per hari (bph) produksi minyak mentah dan hampir 20 persen dari kapasitas penyulingan AS ditutup karena badai musim dingin minggu lalu.

    Lalu lintas di alur kapal Houston perlahan kembali normal. Namun, produksi tidak diperkirakan segera dimulai kembali dan beberapa produsen serpih memperkirakan produksi minyak yang lebih rendah pada kuartal pertama. Pedagang komoditas Trafigura mengatakan beberapa produksi minyak mungkin tidak akan pernah kembali.

    Setelah cuaca dingin, sebuah jajak pendapat menunjukkan, stok minyak mentah AS terlihat turun untuk minggu kelima berturut-turut, sementara persediaan produk olahan juga menurun minggu lalu.

    "Tampaknya musim dingin yang parah minggu lalu dan pemadaman listrik di Texas dapat memengaruhi data mingguan EIA hingga pertengahan bulan depan," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois.

    Produksi minyak mentah AS diperkirakan akan pulih perlahan karena akan membutuhkan beberapa waktu bagi produksi minyak Texas untuk kembali normal setelah gangguan yang disebabkan oleh cuaca beku.

    "Sejauh ini, kurang dari setengahnya telah kembali beroperasi, yang kemungkinan akan membebani pasokan baik di dalam maupun di luar Texas," kata Analis Energi Commerzbank Research Eugen Weinberg, dalam sebuah catatan.

    Ada juga kekhawatiran atas pemulihan ekonomi AS, yang menurut ketua Federal Reserve Jerome Powell, tetap tidak merata dan jauh dari selesai. Dia mengatakan pihaknya akan butuh beberapa waktu sebelum bank sentral mempertimbangkan untuk mengubah kebijakan yang diadopsi untuk membantu negara kembali ke pekerjaan penuh.

    Analis Commerzbank Eugen Weinberg mengatakan kenaikan harga minyak baru-baru ini didukung oleh perkiraan harga yang optimistis dari para pialang AS. Goldman Sachs memperkirakan harga Brent akan mencapai USD70 per barel pada kuartal kedua dari USD60 yang diperkirakan sebelumnya, dan USD75 pada kuartal ketiga dari perkiraan sebelumnya USD65.

    Morgan Stanley, yang memperkirakan Brent akan mencapai USD70 pada kuartal ketiga, mengatakan kasus baru covid-19 turun dengan statistik mobilitas keluar dari titik terendah dan mulai meningkat. Bank of America mengatakan harga Brent sementara bisa melonjak menjadi USD70 pada kuartal kedua.
     

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id