Negosiasi Bantuan Covid-19 Dilanjutkan, Emas Dunia Merekah

    Angga Bratadharma - 21 November 2020 08:30 WIB
    Negosiasi Bantuan Covid-19 Dilanjutkan, Emas Dunia Merekah
    Ilustrasi. FOTO: Attila Kisbenedek/AFP
    Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Emas dunia pamer kemilau didukung negosiasi paket bantuan covid-19 di Amerika Serikat (AS) yang kembali dilanjutkan.

    Mengutip Xinhua, Sabtu 21 November 2020, kontrak emas teraktif untuk pengiriman Desember naik USD10,9 atau 0,59 persen menjadi USD1.872,4 per ons. Emas menemukan dukungan tambahan karena kasus covid-19 baru terus melonjak di Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

    Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell telah setuju untuk melanjutkan negosiasi atas tagihan bantuan ekonomi covid-19, yang akan mencakup pengeluaran pemerintah yang besar-besaran, yang berpotensi menyebabkan lonjakan inflasi.

    Perak untuk pengiriman Desember naik sebanyak 31,5 sen atau 1,31 persen menjadi USD24,363 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik sebanyak USD5,7 atau 0,6 persen menjadi USD957,2 per ons.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat tergelincir pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Tekanan menerpa bursa saham Wall Street karena investor semakin khawatir atas kasus infeksi covid-19 yang terus melonjak di negara Paman sam.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun 219,75 poin atau 0,75 persen menjadi berakhir pada 29.263,48. Kemudian S&P 500 turun 24,33 poin atau 0,68 persen menjadi 3.557,54. Indeks Komposit Nasdaq turun 49,74 poin atau 0,42 persen menjadi 11.854,97.

    Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P 500 melemah, dengan sektor teknologi turun 1,05 persen, memimpin ketertinggalan. Sedangkan sektor utilitas naik 0,05 persen, satu-satunya kelompok yang memperoleh keuntungan. Investor khawatir bahwa lonjakan kasus virus korona AS yang berkelanjutan dapat mengancam pemulihan ekonomi.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan enam dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Menurut analisis data CNBC yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins Amerika Serikat mencatat rekor 187.833 kasus baru pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), mendorong rata-rata tujuh hari infeksi baru setiap hari menjadi 165.029 atau sekitar 24 persen lebih tinggi dari seminggu yang lalu.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id