comscore

Mata Uang Melonjak karena Rusia Berniat Jual Gas dalam Rubel

Antara - 24 Maret 2022 08:19 WIB
Mata Uang Melonjak karena Rusia Berniat Jual Gas dalam Rubel
Bendera Rusia. Foto : AFP.
Moskow: Rubel Rusia ditutup di level terkuatnya bulan ini terhadap dolar, baik di Moskow maupun di bursa luar negeri pada Rabu, 23 Maret 2022. Hal ini terjadi setelah Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia akan mulai menjual gasnya ke negara-negara 'yang kurang ramah' dalam rubel.

Rubel berakhir di bawah 100 per dolar AS (USD), masih turun lebih dari 22 persen tahun ini, karena Rusia menghadapi sanksi ketat secara global yang dipicu oleh invasinya ke Ukraina akhir bulan lalu.
Harga gas Eropa melonjak setelah pengumuman mengejutkan Putin, di tengah kekhawatiran langkah itu akan memperburuk krisis energi di kawasan itu.

"Tampaknya ini adalah upaya otoritas Rusia untuk menerapkan tekanan pada negara-negara Barat dengan memaksa pembeli asing gas Rusia menggunakan rubel, dengan manfaat tambahan mendukung nilai mata uang," kata ekonom Emerging Europe di Capital Economics Liam Peach, dikutip dari Antara, Kamis, 24 Maret 2022.

Rubel menguat 6,0 persen menjadi 97,7375 per USD di Moskow setelah menyentuh 94,9875 per USD, terkuat sejak 2 Maret. Rubel ditutup naik 8,8 persen pada 96,5 per USD di platform transaksi EBS. Kedua harga penutupan tersebut merupakan yang terkuat sejak Februari. Terhadap euro, rubel naik 6,0 persen menjadi 108,01 di Moskow.

Perdagangan obligasi OFZ dilanjutkan minggu ini, dan bank sentral Rusia mengumumkan beberapa perdagangan pasar saham akan dilanjutkan pada 24 Maret setelah jeda hampir sebulan. Dengan 33 sekuritas yang dimasukkan ke dalam indeks acuan IMOEX yang ditetapkan untuk diperdagangkan di Bursa Moskow untuk jangka waktu terbatas dan dengan larangan short selling.

Rusia tampaknya telah menghindari default (gagal bayar) terhadap utang luar negeri dengan melakukan pembayaran kupon dalam dolar pada obligasi asing yang jatuh tempo pada 2029. Seorang pemegang obligasi mengatakan pembayaran telah diterima.

National Settlement Depository (NSD) Rusia, perusahaan dan analis mengatakan, pemegang Eurobond, perusahaan domestik Rusia menghadapi penundaan dalam menerima pembayaran yang diselesaikan melalui agen internasional, karena transaksi terganggu oleh sanksi.

Permintaan likuiditas rubel telah menurun karena bank sentral menjual 0,8 triliun rubel (USD7,7 miliar ) pada lelang repo penyesuaian satu hari pada Rabu 23 Maret 2022 atau lebih rendah dari hari-hari sebelumnya.

"Permintaan pada lelang repo semalam turun dengan cepat," kata pialang Veles Capital dalam sebuah catatan, menjelaskan meskipun tingkat likuiditas bank telah turun ke level terendah sejak Juni tahun lalu, pemberi pinjaman membayar utang repo sebelumnya ke bank sentral.

(SAW)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id