September, Inflasi Inti di Singapura Terus Melonjak

    Angga Bratadharma - 26 Oktober 2021 08:52 WIB
    September, Inflasi Inti di Singapura Terus Melonjak
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    Singapura: Harga konsumen di Singapura terus meningkat pada September yang sebagian karena kenaikan harga pangan, serta listrik dan gas. Inflasi inti yang tidak termasuk biaya akomodasi dan transportasi pribadi menguat tipis menjadi 1,2 persen secara tahun-ke-tahun atau meningkat dari 1,1 persen pada Agustus.

    "Indeks harga konsumen utama, atau inflasi keseluruhan, naik tipis menjadi 2,5 persen secara tahun-ke-tahun pada September, dari 2,4 persen pada Agustus," ungkap angka dari Otoritas Moneter Singapura (MAS) dan Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI), dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 26 Oktober 2021.

     



    MAS dan MTI menambahkan hal ini mencerminkan inflasi yang lebih tinggi untuk akomodasi dan makanan. Analis mencatat bahwa tekanan inflasi sedang meningkat dan menambahkan bahwa mereka tidak memperkirakan adanya jeda jangka pendek.

    "Kekosongan tenaga kerja tetap tinggi dan dapat menambah tekanan harga laten karena ekonomi dibuka kembali di tengah kelambatan dalam perekrutan," tulis Sin Beng Ong dari JPMorgan Chase dalam sebuah catatannya.

    Kepala Ekonom dan Kepala Penelitian dan Strategi Treasury OCBC Bank Selena Ling mengatakan beberapa faktor juga berpotensi menambah tekanan biaya yang lebih persisten dalam beberapa bulan mendatang.

    "Ada beberapa diskusi tentang rencana kenaikan GST, penerapan pajak kekayaan potensial untuk mengatasi masalah ketimpangan pendapatan yang meningkat, dan kebutuhan untuk menaikkan pajak karbon guna memerangi perubahan iklim dengan lebih baik, meskipun waktu tindakan ini belum dikonfirmasi," kata Ling.

    "Ini merupakan tambahan dari pengumuman sebelumnya untuk memperluas Model Upah Progresif pada September 2022, serta petunjuk kenaikan harga yang akan datang untuk transportasi umum, pendidikan, dan biaya perawatan kesehatan," tuturnya.

    "Dengan mempertimbangkan semua ini, lintasan inflasi yang diantisipasi adalah di mana pola pikir bisnis dan konsumen harus menyesuaikan dan beradaptasi dengan tekanan biaya yang lebih persisten dalam beberapa bulan mendatang," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id